Masih teringat jelas awal aku mengenalnya pertama kali. Ketika kami baru saja memasuki jenjang SMK. Kami satu kelas, dia duduk di depanku saat itu karena kami duduk berdasarkan urutan abjad nama.
Dia teman yang asyik diajak ngobrol, pembawaannya juga tenang. Sampai-sampai teman di sampingku 'cemburu' karena akhir-akhir itu aku jadi lebih sering ngobrol dengannya ketimbang teman sebelahku. Hehe maaf ya Ron …. Dia juga selalu berusaha yang terbaik ketika mengerjakan tugas-tugas sekolah. Dan ketika dia mengalami kesulitan, dia kadang meminta tolong ke teman-teman dekat kami–laki-laki–untuk mengajarinya. Namun, seringnya teman-temanku mendahulukanku, aku pun tak tahu apa alasannya–awalnya. Hingga dia pun protes, selalu saja kalau aku yang meminta tolong didahulukan, sekalipun dia sudah mengantre sejak seminggu barang dua minggu sebelumnya. Hihi lucu kalau diingat.
Ternyata waktu berjalan dengan begitu cepat. Masa-masa bahagia saat SMK kini menjadi untaian memori manis yang tersimpan di kotak ruang hatiku tersendiri. 14 tahun tak terasa terjalani, aku bahagia menjadi sahabatnya, semoga dia pun begitu. Sosok yang lebih banyak menyimpan cerita diri ketimbang membeberkannya. Sebenarnya, kami bersahabat bertiga tetapi semenjak lulus SMK kami hampir tidak ada kesempatan berkumpul bertiga lagi. Hanya kesempatan beririsan saja.
Kami sangat dekat semenjak berada di lingkungan yang sama kala menjalani program magang saat kelas 2 semester 2 hingga kelas 3 semester 1. Senang susah kami bersama, saling melengkapi satu sama lain. Dengan begitu, kami bisa saling memahami dengan cara masing-masing. Hingga sering tak perlu mengungkapkannya tapi dengan mudahnya mengerti maksud, mungkin itu yang disebut telepati hehe ….
Kami bukan tipe sahabat yang mudah mengungkapkan isi hati, juga tidak terbiasa foto-foto saat menghabiskan waktu bersama, tetapi dengan luwesnya saling menjaga dalam doa. Aku merasa beruntung Allah izinkan mengenal dan bersahabat dengannya. Pribadinya yang tulus, bersungguh-sungguh dan memprioritaskan orang lain dulu ketimbang dirinya membuatku belajar menjadi pribadi yang lebih baik, insya Allah.
Sebenarnya, aku kesulitan berkata-kata tentangnya. Tapi satu yang pasti, aku menyayanginya dalam doaku. Harapan terbaikku untuk kebahagiaannya, kini dan selanjutnya.
Tulisan ini aku buat khusus sebagai hadiah untuk persahabatan kami. Mengingat aku ini orang yang kurang cakap dalam memberikan hadiah. Di ujung tahun kemarin, aku mendapatkan hadiah istimewa darinya, berlibur singkat ke Bromo bersama keluarganya. Momen langka bagi kami bisa berlibur bersama setelah aku menikah. Ya, bahkan baru pertama kalinya saat itu.
Terima kasih karena itu merupakan momen yang sangat berharga untukku. Mengulang masa-masa muda dulu, di mana bromo adalah tempat anti bosan bagiku. Kenangan indah bersama teman-teman sekolah dulu. Semoga allah memberkahimu di dunia juga di akhirat kelak dan senantiasa mengumpulkan kita dalam kebaikan, sahabatku. Allahumma aamiin
Malang, 4 Januari 2023
#KLIP_Januari_2023_1


0 comments:
Posting Komentar