Aku suka sekali roti maryam. Berawal dari memori jaman SD dulu, aku pernah dikasih temanku roti maryam buatan ibunya yang dimakan bareng madu. Enakkk sekali! Temanku ini orang Arab. Dulu yang kutahu itu makanan khas Arab dan yang bisa bikin ya orang Arab saja wkwkwk. Maklum anak SD.
Karena penasaran, aku mencoba berbagai resep, tapi entah kenapa belum juga berhasil membuat sesuai yang aku inginkan waktu itu. Setidaknya, aku menemukan potongan tips-tipsnya dari berbagai resep yang kubaca, yang akhirnya aku gabungkan untuk membuatnya sendiri. Aku membuatnya tanpa takaran, asal adonan lembab dan lemas insyaAllah akan empuk dan lembut hasilnya.
Tiba-tiba ibuku ingin aku membuatkannya. Sedangkan aku sudah lupa perkiraan takaran yang pas seperti yang aku bikin terakhir kali. Akhirnya, aku browsing di Youtube. Aku suka yang di chanel Sheldo's Kitchen dan Buttermilk Pantry. Kuamati bahan-bahan dan teknik yang digunakan oleh bakernya. Aku adaptasi dari keduanya. Hasilnya sesuai dengan yang aku inginkan. Shiny golden brown, renyah di luar lembut di dalam, empuk sampai dingin, nggak alot, dan juga lentur. Dimakan tanpa pendamping juga sudah enakk, gurih, samar-samar manis.
PRnya adalah mempercantik bentuk Roti Maryamnya hehe .... Selain itu, aku ingin membuat yang bentuk kotak saja dan diremukkan sebelum dicocol ke kuah gurih, khas Roti Canai Malaysia/Singapura seperti yang pernah ditraktir Miss Sharmila dulu di Singapura. Hanya porsinya yang agak berlebihan untuk ukuran personal orang Indonesia hehe .... Cocoknya memang untuk disantap rame-rame.
ROTI MARYAM aka ROTI CANAI
By Sashi
Bahan Kering:
- 300 gr terigu protein sedang (aku 260 gr Segitiga + 40 gr Cakra karena kehabisan)
Bahan Basah:
- 160 ml susu cair hangat kuku (susu UHT full cream, boleh ditambah jika kurang lembab)
- 20 gr unsalted butter
- 30 gr SKM
- 1 sdt garam
- 1 sdm gula
Cara Pembuatan:
1. Potong-potong kecil butter, masukkan ke dalam susu hangat beserta semua bahan basah, aduk rata.
2. Tuang bahan basah ke bahan kering, aduk-aduk. Uleni ringan hingga semua bahan menyatu saja, tidak perlu sampai kalis. Tutup panci, diamkan 15 menit.
3. Uleni ringan hingga kalis (semenit 2 menit aja). Bagi adonan menjadi 11, bulatkan. Lumuri permukaan setiap bulatan dengan minyak agar tidak kering.
4. Simpan di wadah tertutup di suhu ruang 1-5 jam.
5. Olesi permukaan mate menggunakan minyak agar memudahkan saat penarikan. Tipiskan adonan hingga tipis sekali tampak window pane (aku pakai rolling pin, lanjut aku tarik-tarik lembut ke tepi di seluruh sisinya. 4 jari posisi di bawah, jempol di atas roti agar tidak mudah sobek).
6. Olesi seluruh permukaan roti dengan minyak samin/butter/margarin yang tidak begitu asin. Gulung lalu melarkan dengan cara ditarik-tarik ujungnya, gulung seperti konde. Bisa juga hanya dilipat menjadi kotak, khas roti Canai di Malaysia/Singapura, suka-suka bentuknya. Istirahatkan hingga roti tidak membal saat disentuh.
7. Panaskan wajan anti lengket, beri minyak samin/butter/margarin agak banyak agar roti bisa mengkilap. Panggang roti hingga golden brown, balik. Angkat saat sisi satunya sudah golden brown juga.
Tips:
1. Penggunaan butter dan susu membuat roti tetap empuk dan lembut walaupun sudah dingin.
2. Usahakan adonan lembab dan lemas sejak awal. Bukan kering dan kaku.
3. Uleni ringan di awal karena dengan memberikan waktu 15 menit itu adonan bisa agak kalis dengan sendirinya, tinggal lanjut ulen ringan setelahnya.
4. Istirahat di setiap tahapan sebelum lanjut ke berikutnya agar roti lebih mudah di-handling, tidak membal.
5. Mengolesi seluruh permukaan dengan lemak bertujuan untuk membuat lapisan-lapisan roti nantinya.
6. Bisa juga menipiskan roti ala abang martabak, tipsnya cari di youtube ya.
7. Tujuan ditipiskan hingga window pane adalah agar awet lenturnya, tidak cepat mengeras saat dingin.
8. Tunggu hingga wajan panas agar roti tidak bantat.
9. Agar roti shiny golden brown, gunakan lemak agak banyak saat memanggangnya di wajan.
Lawang
Minggu, 29 Januari 2023
#Klip_Januari _2023_8


0 comments:
Posting Komentar