Rabu, 23 Agustus 2023

Bunsay 8 Zona 7 - Pendidikan Seksualitas - Jurnal Tantangan Hari ke-1

Nama: Rizki Anggarsasi Suwandari

Ceritaku selama ini menjalankan peran sebagai perempuan/istri/ibu keterkaitannya dengan fitrah kebundaan:

Satu Kesatuan

Kali ini aku ingin sharing tentang pengalamanku dalam menjalankan peran sebagai istri..

Dari bekal parenting yang kudapatkan sebelumnya, alhamdulillah aku dan suami berusaha menerapkannya bersama dan sekata, tetapi bagian yang terlewat itu seperti hal yang tak mungkin dihindari.

Sesempurna apa pun parenting yang berusaha diterapkan, bisa dimaklumi jika ada bagian-bagian yang terlewat maka lapangkanlah hati kita untuk menerimanya seperti kata Teh Kiki dalam bukunya. Sehingga dari situ, kita tetap semangat berusaha memperbaikinya, insya Allah.

Alhamdulillah, kami saling memahami dan mendukung. Saat ada yang tidak sesuai dengan harapan, kami tidak mudah menyalahkan satu sama lain, tetapi mencari akar masalahnya dan berusaha menemukan solusinya bersama.

Ngobrol Aja..

Ngobrol bareng suami itu hal yang wajib menurutku, sepertinya tiada hari tanpa mengobrol. Entah untuk hal yang remeh maupun yang serius. Ngobrol ringan adalah jurus ninja kami untuk saling terbuka dan santai. Agar kami bisa ngobrolin hal serius pun dengan santai (bukan emosi negatif).

Ngobrol juga sangat membantu ketika salah satu dari kami atau bahkan keduanya bebarengan, menemukan masa-masa yang sulit dan membutuhkan support satu sama lain. Ngobrol bonus doa, pelukan dan kecupan adalah jalan ninja kami untuk merawat hubungan ini tetap hangat insya Allah.

Pengambilan Keputusannya Gimana?

Sedangkan untuk hal pengambilan keputusan aku berusaha menyesuaikan suami. Beliau senang jika aku bisa mandiri mengambil keputusan saat dibutuhkan urgent atau hal-hal yang ringan, misal penataan rumah, penggunaan uang untuk kebutuhan sosial, atau hal lainnya. Selebihnya aku hanya menginformasikan kepada beliau hasilnya. Namun, tetap melibatkan beliau untuk hal-hal yang serius, misal tentang perkembangan dan pendidikan anak-anak, hal-hal yang menyangkut keluarga besar, aktualisasi diriku, membeli barang dengan harga yang relatif besar, dan lain-lain..

Tantanganku..

Aku lebih suka baking daripada memasak. Ini sebenarnya menjadi tantangan untukku. Sisi suami yang memudahkanku, kadang malah membuatku terlena. Saat aku rajin, aku bisa memasak menu yang variatif setiap harinya. Namun, ketika mood hilang atau ada deadline, aku masih sering meminta tolong pada Bude yang menemani kami saat siang hari.

Kalau pesan suami, tidak semua harus aku kerjakan sendiri, delegasikan mana yang bisa sehingga aku bisa fokus untuk anak-anak dan mengaktualisasi diri. Tapi, kadang aku masih merasa bersalah karena belum menjalankan peranku dengan optimal.

Apalagi tentang menata rumah. Rasanya aku belum optimal di sini karena aku belum rutin melakukan pemilahan dan peminimalisiran barang di rumah. Aku dan suami lebih suka rumah dengan isi yang minimalis tetapi pada prakteknya ini sesuatu alias tantangan untukku..


Hal yang ingin aku tingkatkan:

1. Bisa memasak yang variatif dan rutin.
2. Rutin juga untuk memilah dan meminimalisir barang.
3. Konsisten membuat financial planning setiap bulannya dan mencatat pengeluaran dengan disiplin.


Hal yang ingin aku perbaiki:

1. Pelaksanaan meal plan dan food preparation yang konsisten.
2. Manajemen emosi, di mana saat ada kurang mulusnya obrolan kami yang mengakibatkan sumbu pendekku kepada anak-anak (alhamdulillah, walaupun jarang terjadi tetapi kadang-kadang)





Rizki Anggarsasi Suwandari
IP Malang Raya
Rabu, 23 Agustus 2023

#tantanganzona7
#pendidikanseksualitas
#harike-1
#bundasayang8
#institutibuprofesional
#ibuprofesionaluntukindonesia
#bersinergijadiinspirasi
#ip4id2023

0 comments:

Posting Komentar