Nama: Rizki Anggarsasi Suwandari
Ceritaku..
Alhamdulillah, selama menjalankan peran sebagai ibu, sejauh ini saya sudah berusaha untuk mengenalkan pendidikan seksualitas ke anak-anak sesuai tahapan usianya. Dalam bentuk apa?
- Mengenalkan gender dan batasannya dalam bergaul sesuai usianya.
- Membacakan buku dan melihat video Nusa Rara, Omar Hana maupun lainnya yang sesuai usianya dengan tema terkait lalu mendiskusikannya.
- Diskusi yang dimulai dengan pertanyaan anak-anak dan menjawabnya dengan bahasa yang sederhana tanpa mematikan rasa ingin tahunya.
- Mengenalkan dan memberikan teladan kepada anak-anak tentang peran ayah dan bunda.
- Mengenalkan dan menanamkan rasa malu sejak dini, dimulai dengan cara berpakaian, batasan aurat laki-laki dan perempuan, di mana harus mengganti baju dan adab-adabnya, meminimalisir penggunaan kamar mandi secara bersama dan jika darurat barengan tetap harus mengenakan pakaian bukan telanjang, dll.
- Menceritakan perjuangan dan pengalaman bahagia saat mengandung, melahirkan, dan menyusui mereka dalam bahasa yang sederhana untuk memberikan gambaran proses hadirnya mereka dan kebahagiaan kami.
- Mengenalkan tujuan dan proses sunat untuk laki-laki dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami tanpa memunculkan rasa takut. Alhamdulillah Mas sudah sunat (konvensional sesuai anjuran dokternya, ditinjau dari berbagai sisi) saat usia 4 tahun tanpa rasa takut.
- Menanamkan pemahaman bahwa menangis itu hak perempuan maupun laki-laki. Tetapi, untuk usia mereka yang kadang menangis karena kurang sabar (bukan saat merasakan sedih atau sakit), kami sounding kalau ada cara yang lebih baik dan hemat energi untuk menyampaikan maksud yaitu dengan mengatakan secara baik-baik.
- Menanamkan simpati, empati, dan tanggap terhadap lingkungan, terutama saat sekitarnya membutuhkan bantuan, baik anak perempuan maupun laki-laki.
- Mengenalkan dan melibatkan anak-anak (laki-laki dan perempuan) saat mengerjakan berbagai macam pekerjaan rumah tangga.
Hal yang ingin aku perbaiki:
Menjadi seorang ibu merupakan proses belajar yang panjang untukku. Aku selalu menemukan hal-hal yang aku rasa kurang dan butuh untuk dibenahi. Semoga Allah senantiasa membimbingku dan melindungiku dalam membersamai anak-anakku sehingga anak-anak akan mengingat hal-hal baiknya. Allahumma aamiin.
Aku ingin memperbaiki sisi bahagia dan kreatifitasku saat membersamai mereka sehingga mereka bisa merasakan kehadiranku secara utuh dan bisa menstimulasi hal-hal baik dari mereka. Karena selama ini aku sering merasakan mati kutu mau mengajak main apa, alhamdulillah dengan adanya media sosial aku merasa sangat terbantu mendapatkan inspirasi kegiatan yang asyik bersama anak-anak.
Kadang saat aku lelah dan anak-anak sedang ingin main denganku, aku ingin semangatku menemani mereka main tetap membara. Hadir secara utuh bagi mereka walaupun sejenak. Tetapi, kalau aku sudah benar-benar lelah, aku bisa meminta izin ke anak-anak untuk sejenak menepi.
Upaya untuk Memperbaiki:
- Memahami kebutuhan diri sendiri dan berusaha memenuhinya dengan baik
- Belajar merencanakan apa yang akan aku lakukan daily dan mereviewnya ketika malam agar bisa terus lebih baik setiap harinya insya Allah
- Tidak memaksakan melakukan sesuatu ketika memang waktu atau tenaganya tidak cukup
- Memaafkan diri sendiri dan kembali ke motivasi terkuat saat mood terjun payung
- Bijak mendelegasikan tugas
- Membuat rencana main bareng anak-anak pekanan dan melaksanakannya dengan baik
- Ringan hati dalam mengapresiasi anak-anak
- Konsisten membacakan buku untuk anak-anak
- Ngobrol dengan suami untuk mengisi tangki cinta dan diskusi apa pun
Rizki Anggarsasi Suwandari
IP Malang Raya
Kamis, 24 Agustus 2023
#tantanganzona7
#pendidikanseksualitas
#harike-2
#bundasayang8
#institutibuprofesional
#ibuprofesionaluntukindonesia
#bersinergijadiinspirasi
#ip4id2023

0 comments:
Posting Komentar