Kamis, 26 Mei 2022

Zona 2 Misi 4 - Penerapan Core Value IP dalam Peta Belajar

Alhamdulillah, di kelas Matrikulasi diarahkan bagaimana cara belajar mandiri yang baik. Kalau di Misi 3 para penjelajah mendapatkan misi membuat Peta Belajar. Memasuki Zona 2 Misi 4 ini kami mendapatkan misi untuk menjiwai core value Ibu Profesional dalam penerapan Peta Belajar yang sudah dibuat sebelumnya. Core Value Ibu Profesional yaitu Belajar, Berkembang, Berkarya, Berbagi dan Berdampak.

Sebagai pembelajar mandiri, saya perlu memahami makna pembelajar sejati agar saya memiliki motivasi kuat dalam menjalankannya. Menyadari tiap langkah yang saya ambil untuk mencapai tujuan saya. Kali ini tujuan saya tetap pada rangkaian Rumahku, Madrasah Pertama dan Utama (bagi Anak-anak).

Menurutku, Pembelajar Sejati adalah orang yang mau selalu berusaha menyadari kebutuhannya atau tujuannya, lalu dia akan senantiasa bersemangat menemukan jalan dan jawabannya. Tidak mudah menyerah karena keterbatasan usia, waktu, fasilitas maupun faktor lainnya. Proses belajarnya tidak hanya berhenti pada titik dia mendapatkan informasi saja, melainkan hingga ada perkembangan yang lebih baik pada dirinya atau kebutuhannya. Kemudian dia juga akan memiliki karya sebagai hasil belajarnya dan berbagi untuk menemukan ilmu yang lebih luas dan dalam lagi. Dari dia berbagi maka dia akan memberikan dampak yang baik, untuknya maupun lingkungannya.

Dari titik inilah, saya ingin menerapkan core value Ibu Profesional dalam Peta Belajar yang sudah saya buat dengan cara berikut:

  1. Saya sudah menemukan kebutuhan saya yang saya tuangkan di dalam peta belajar sebagai langkah awal proses belajar saya. Lalu saya akan membuat target pencapaian mandiri dan saya akan meluangkan waktu setiap 30 menit hingga 1 jam atau lebih jika sedang longgar, setiap harinya, untuk mencari ilmu yang saya butuhkan. Saya akan mencatatnya untuk memudahkan pemahaman saya mengenai ilmu tersebut lalu mendiskusikannya dengan suami.

  2. Selain dirasakan, perkembangan juga dapat diukur dengan cara sederhana yaitu melakukan refleksi diri dalam bentuk jurnal maupun checklist. Selain itu, bisa juga dengan ngobrol santai bersama anak dan suami untuk mengetahui pencapaian keluarga maupun apa saja yang masih mengalami kendala dan apa penyebabnya agar bisa diperbaiki selanjutnya atau bisa diusahakan alternatifnya.

  3. Saya berkarya dengan berusaha membuat kurikulum keluarga yang sederhana dan konsisten dalam menjalankannya secara bertahap.

  4. Ilmu akan semakin berkembang jika dibagi. Karena melalui proses tersebut saya menjadi tahu lebih banyak hal, ada interaksi yang memungkinkan bertambahnya pengetahuan maupun kemampuan saya. Ada beberapa media yang insyaallah akan saya gunakan untuk berbagi ilmu antara lain blog, instagram, sharing materi parenting (menjadi pemateri seasonal) di Sekolah Parenting Harum. Selain itu saya berusaha sharing ilmu parenting kepada orang-orang terdekat seperti kakek-nenek anak-anak, bude di rumah agar pendidikan anak-anak bisa sejalan dengan visi misi kami, tante-tanteku, tetangga, teman maupun lainnya dengan menyesuaikan keadaan, membangun komunikasi yang baik terlebih dahulu agar bisa menyelipkan ilmu parenting secara bertahap. Tidak menutup kemungkinan saya akan menggunakan media yang lain agar ilmu yang saya dapat tidak berhenti pada saya sendiri tetapi juga bermanfaat untuk sesama.

  5. Setelah tahap pertama hingga keempat dilakukan, saya berharap ilmu yang saya dapatkan bisa berdampak pada perbaikan diri saya, keluarga saya, juga lingkungan saya. Saya ingin berperan untuk Indonesia yang lebih baik dengan berkontribusi dari dalam yaitu pendidikan keluarga kami.


Berikut adalah rencana saya untuk mulai menerapkan core value Ibu Profesional pada Peta Belajar saya (silakan klik gambar/ zoom agar jelas dibaca):







Untuk referensi buku yang saya pakai, saya mengutamakan buku-buku yang sudah dibeli sebelumnya antara lain:

  • Kitab Sirah Nabawiyah, Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi
  • Growing Up Mindful, Christopher Willard, Psy.D.
  • Tuntas Motorik, Ani Cristina
  • Wonderful Parent, Cahyadi Takaryawan
  • Rumahku Madrasah Pertamaku, Dr. Khalid Ahmad Syantut
  • Propheyic Parenting, Dr. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid
  • Islamic Montessori, Zahra Zahira
  • Rumah Main Anak, Julia Sarah Rangkuti
  • Buku-buku Teh Kiki Barkiah
  • Don't Be Angry, Mom, dr. Nurul Afifah
  • Buku-buku karya anggota Ibu Profesional
  • Buku Anak-anak

Saya ingin menjadi Ibu yang profesional maka saya berusaha terus memupuk semangat  untuk menjadi pribadi yang lebih baik, salah satunya yaitu dengan menerapkan core value IP dalam menjalankan peran saya agar lebih bahagia. Bahagia menjadi manajer pendidikan keluarga, bahagia menjadi manajer asupan keluarga, bahagia membersamai anak-anak juga suami serta bahagia menjadi diri saya sendiri yang senantiasa memperbaiki diri. Allahumma aamiin.

Sabtu, 21 Mei 2022

Rumahku, Madrasah Pertama dan Utama

Rumah adalah tempat paling nyaman dan aman untukku. Dimana aku bisa menjadi diriku sendiri dan berlimpah cinta yang tulus. Dari dalam rumah, aku bisa mengeksplorasi banyak hal berkat kemajuan teknologi saat ini. Aku pun ingin memanfaatkan berbagai kemudahan ini. Sebagai salah satu wujud rasa syukurku karena telah diberi kenikmatan untuk bisa membersamai anak-anak di rumah setiap harinya. Dari titik inilah, aku berniat menyusun kurikulum sederhana untuk pendidikan anak-anakku di rumah atau disebut juga kurikulum keluarga. Karena hati kecilku terus menyuarakan bahwa bekal pertama dan utama bagi anak itu dari dalam rumah. Rumahku, Madrasah Pertama dan Utama.


Namun, menjadi pembelajar mandiri tidaklah mudah karena penentunya adalah diri sendiri. Tanpa tekanan dan tuntutan bukan berarti semuanya mulus. Hambatan dari dalam diri sendiri terkadang bisa menjadi hambatan paling besar untuk berkembang. Alhamdulillah, di Zona 2 Matrikulasi batch 10 Institut Ibu Profesional ini, aku mendapatkan bekal panduan menjadi pembelajar mandiri tahap awal. 


Aku pun meresapi ciri-ciri pembelajar mandiri pada materi yang aku dapat, yang akhirnya berhasil melecutkan semangatku untuk memulainya lagi.


  1. Berkembang sesuai jati diri

  2. Mengetahui perubahan apa yang dibutuhkan

  3. Mampu mempraktikkan ilmu dan menguasainya

  4. Mencari ilmu hingga tuntas

  5. Belajar tanpa tergantung orang lain

  6. Adaptif terhadap proses pembelajaran

  7. Tidak terbelenggu satu guru, satu ilmu dan satu cara belajar


Aku mencoba menyelami diri. Apa yang bisa aku lakukan mulai saat ini untuk menggapai tujuanku “menjadikan rumah kami sebagai madrasah pertama dan utama yang menyenangkan bagi anak-anak”. Lalu, apa yang ingin aku ajarkan atau tanamkan ke mereka ketika mereka berproses di dalam madrasah ini. Dari sini, memudahkanku untuk mengetahui ilmu apa yang perlu aku pelajari sebagai bekal”mengajar”.


Yang Pertama adalah menyiapkan orang tua akan pemahaman ilmu yang dibutuhkan anak insyaallah:


  1. Agama

  • Tauhid & Aqidah
  • Akhlak
  • Al Quran
  • Fiqih

Cara Belajar:

  1. Belajar ke Guru (Majelis Ta’lim dan Kajian Online): Kajian bersama Ust. Rifky Ja’far, Gus Baha, Ustadzah Maya Novita, webinar IASI dll.
  2. Konsisten memperdengarkan murottal
  3. Hafalan secara bertahap
  4. Membacakan buku islami rutin
  1. Umum

  • Pengetahuan
  • Literasi
  • Matematika Praktis
  • Sains
  • Bahasa
  • Sensorik
  • Motorik
  • Sosial
  • Budaya
  • Seni
  • Keterampilan Hidup

Cara Belajar:

  1. Membaca buku: Islamic Montessori Inspired Activity, Rumah Bermain Anak, Ensiklopedia Kegiatan Anak, Tuntas Motorik, dst.
  2. Membaca online (website, media sosial, dll)
  3. Mengikuti webinar dan kulwap
  4. Menghidupkan perpustakaan keluarga bersama anak
  1. Hidup Sehat

  • Susun Siap Pagi, Siang, Sore dan Malam
  • Penuhi kebutuhan nutrisi anak-anak
  • Menumbuhkan kesadaran hidup sehat dengan bahagia
  • Ajak olahraga rutin

Cara Belajar:

  1. Mengevaluasi kegiatan yang sudah berjalan
  2. Menyusun jadwal kegiatan harian yang sederhana, fleksibel dan konsisten
  3. Refleksi menjelang tidur bersama anak untuk perbaikan selanjutnya
  4. Cari referensi asyik terkait hidup sehat (animasi, buku, cerita dll)
  5. Manfaatkan aplikasi untuk olahraga anak-anak
  6. Masak rutin
  7. Membuat jurnal anak sederhana

Selanjutnya saya juga memerlukan ilmu pendukung untuk kami-orang tua, harapannya agar kurikulum keluarga dapat berjalan dengan baik, antara lain:


  1. Parenting & Seni Berkomunikasi

Cara Belajar:

  1. Mengikuti kelas parenting di Sekolah Parenting Harum, webinar & kulwap
  2. Membaca buku parenting, terutama yang sudah ada di perpustakaan keluarga (baca lagi): Grow Up Mindful, Wonderful Parents, buku-bukunya Teh Kiki Barkiah, Don’t be Angry Mom, dst.
  3. Memaksimalkan akses media sosial untuk belajar
  4. Sharing dengan psikolog dan teman-teman
  5. Mengoptimalkan momen bersama anak
  1. Journaling: Belajar melalui kuliah zoom, webinar, website, media sosial (webinar bersama Bu Wulan Esti)


  1. Meal Plan & Food Preparation: Belajar mengenai kebutuhan nutrisi keluarga, cara menyimpan dan mengolahnya yang baik melalui webinar, kulwap, website, maupun media sosial (Kulwap K.I.K, instagram @alunrahma, dll)


  1. Manajemen Waktu: Menggunakan skala prioritas dan menentukan siap pagi-siang-sore-malam.


Demikian keilmuan dan cara belajarku yang aku rencanakan. Semoga Allah senantiasa memberi petunjuk-Nya serta membersamai proses kami dengan rahmat dan kasih sayang-Nya. Untuk memudahkan memahaminya, aku membuat Peta Belajarku sebagai berikut:



#Zona2

#Zona2Misi3

#PenjelajahPelabuhanSamuderaAmarta

#Matrikulasi10

#InstitutIbuProfesional

#IbuprofesioanforIndonesia

#ip4id2022

#womenincooLABoration


Malang, Sabtu, 21 Mei 2022

Rizki Anggarsasi Suwandari - IP Malang Raya





Jumat, 13 Mei 2022

Bekal Perjalananku untuk Bertumbuh di Institut Ibu Profesional


Waktu terus berjalan tanpa memedulikan kita siap atau tidak menjalani sebuah peran. Kadang tanpa jeda, kita serasa menjalankan rutinitas saja, berulang tanpa makna dan tujuan jelas. Bahkan kadang kehilangan motivasi. Namun, ketika kita sampai pada titik 'berusaha menyadari apa tujuan kita, apa niat kita dan bagaimana kita sebaiknya menjalankannya'. Poin-poin inilah yang bisa memberikan dampak hebat pada mindset kita dalam menjalankan peran. Bukan sekedar asal kelakon.

Seperti peranku saat ini sebagai perempuan, istri dan juga ibu memberikan tantangan tersendiri. Sehingga, aku pun membutuhkan media tumbuh bersama teman-teman yang sevisi, salah satunya adalah Institut Ibu Profesional. Dimulai dari tahapan dasar yaitu kelas Matrikulasi, “bersiap menyelami Samudra Amarta” untuk bisa semakin mengenali diri sendiri agar bisa terus bertumbuh. Mengingat proses bertumbuh di IIP adalah jangka panjang, aku pun memerlukan bekal agar sampai di garis finish dengan baik. Bismillah, kupersiapkan bekalku setelah menganalisanya dengan 3B (apakah ini benar, baik dan bermanfaat) dan COC IP (Code of Conduct Ibu Profesional).

Dalam menjalankan apa pun, niat sangatlah penting. Niat yang lurus dan luas akan membantu ketika dalam kondisi terpuruk untuk bisa bangkit kembali dan menyelesaikan apa yang sudah dimulai.


Dibersamai dengan komitmen yang tinggi. Bersungguh-sungguh dalam menjalankannya agar mendapatkan ilmu yang utuh dan bermanfaat serta bisa menjalin persaudaraan yang baik.

Selain itu, belajar manajemen waktu yang lebih baik secara berkelanjutan dan konsisten adalah bagian dari bekalku. Jika bisa mengatur waktu dengan baik, insyaallah aku bisa mendapatkan cukup energi untuk mengikuti setiap tahapannya dengan baik hingga akhir. Bukan energi penuh di awal lalu susut dan kehabisan energi saat perjalanan. Salah satu caraku agar bisa tenang mengerjakan tugas adalah dengan memenuhi standar pagi atau malam anak-anakku sehingga lebih kondusif.

Jika energi cukup, insyaallah akan mempermudah dalam mengelola emosi. Emosi yang stabil akan membawa ketenangan dan kejernihan berpikir sehingga bisa melihat peluang kebaikan dengan lebih baik.

Mengomunikasikan kebutuhan dengan support system juga dapat membantu kita menciptakan suasana belajar yang kondusif. Kata lainnya sefrekuensi dalam menggapai tujuan.

Selanjutnya, bekal yang aku persiapkan adalah alat perang dalam menyelesaikan tiap misinya antara lain gawai, headset, laptop dan alat tulis. Tidak lupa untuk memasang reminder di Google Calendar, mengatur alarm, menentukan deadline pribadi juga saling mengingatkan teman-teman setim agar tidak terlewat jadwal-jadwal perkuliahan dan bisa menyelesaikan misi dengan baik.

Semoga bekal yang aku persiapkan bisa memudahkan dan menjaga semangatku untuk terus belajar dan mengikuti perkuliahan dengan baik hingga tiba masa kelulusan dan bisa mengamalkan ilmu secara berkelanjutan.



#Zona1

#PenjelajahPelabuhanSamuderaAmarta

#Matrikulasi10

#InstitutIbuProfesional

#IbuprofesioanforIndonesia

#ip4id2022

#womenincooLABoration



Rizki Anggarsasi - Malang

Jum’at, 13 Mei 2022