Kamis, 31 Agustus 2023

Bunsay 8 Zona 7 - Pendidikan Seksualitas - Jurnal Tantangan Hari ke-9

Nama : Rizki Anggarsasi Suwandari
Kelompok : WAG 7 - Peran Ayah terhadap Pendidikan Seksualitas Anak
Subkelompok : Support Bunda Agar Ayah Terlibat dalam Pendidikan Seksualitas

Ceritaku Hari Ini tentang Kelompok yang Presentasi

Alhamdulillah hari ini bisa menyimak presentasi Kelompok 4 secara live. Berasa di review lagi tentang ilmu yang sudah diterapkan sebelumnya.

Materinya asyik, seakan mengajak mereview ke belakang perjalan bersama anak-anak. Hostnya juga keren, bisa tetap tenang, menguasai medan, dan fokus. Masya Allah keren Mbaknya bisa ajak anak kooperatif pas nge-MC. Tampak anaknya nyaman diajak berkegiatan ibunya, ibunya pun tidak merasa terganggu dengan kehadiran anaknya. Bisa barengan dan klop hehe

Hal baik tentang pendidikan seksualitas yang saya peroleh

Di materinya dijelaskan tahapan2 peranan orangtua dan pendidikan yang perlu diberikan. Pada awal fase kehidupan anak, orang tua sangat perlu untuk membangun kelekatan yang kuat dengan anak, terutama dengan ibu, yaitu dengan menyusui secara mindfulness.

Kemudian di fase selanjutnya dikenalkan dengan 2 gender beserta atributnya sesuai fitrahnya.

Anak juga memiliki fase anal. Di mana fase anal adalah anak mulai merasakan nikmat buang air kecil maupun besar, inilah saatnya untuk memberikan toilet training.

Anak juga memiliki fase phalic, yaitu anak mulai merasakan sensai lain saat menyentuh kelaminnya. Ini wajar karena anak dalam masa mengenali bagian tubuhnya. Perlu bijak dalam menyikapi fase phalic ini, salah satunya dengan memberikan pemahaman yang baik dan mengalihkan kegiatannya dan mengajak berkegiatan yang produktif. Misal (tambahan saya), kalau sedang fase phalic, anak diingatkan kalau tangannya mungkin saja kotor dan itu tidak baik untuk kelaminnya, khawatir kuman masuk ke kelaminnya. Lalu ajak anak cuci tangan dan berkegiatan yang lain.

Sebaiknya, anak bisa menceritakan apa pun yang dialami dan dirasakannya tanpa orangtua merasa tabuh, baik hal yang menyenangkan, kurang enak, maupun absurd. Karena ini juga akan memudahkan anak terbuka kepada orangtuanya, yang nantinya menjadi bekal orantua dalam memantau perkembangan sosialnya.

Lalu bagaimana cara orangtua menyikapi dengan bijak saat anak mulai bertanya mengenai pendidikan seksualitas?

  1. Tidak bereaksi yang berlebihan dan tetap tenang
  2. Konfirmasi sejauh mana yang diketahui anak
  3. Beri jawaban yang sederhana & sesuai usianya
  4. Konfirmasi reaksi dan pemahaman anak

Satu hal yang bisa segera saya praktekkan dari hal baik tersebut adalah

Membangun kelekatan dengan anak dengan membersamainya secara utuh, terutama saat bermain bersama, bismillah fokus. Dan berusaha menerapkan 4 tahapan tadi saat anak bertanya tentang pendidikan seksualitas. Terima kasih Kelompok 4 untuk ilmunya ya, barokallah 💛



Rizki Anggarsasi Suwandari
IP Malang Raya
Kamis, 31 Agustus 2023

#tantanganzona7
#pendidikanseksualitas
#harike-9
#bundasayang8
#institutibuprofesional
#ibuprofesionaluntukindonesia
#bersinergijadiinspirasi
#ip4id2023

Rabu, 30 Agustus 2023

Bunsay 8 Zona 7 - Pendidikan Seksualitas - Jurnal Tantangan Hari ke-8

Nama : Rizki Anggarsasi Suwandari
Kelompok : WAG 7 - Peran Ayah terhadap Pendidikan Seksualitas Anak
Subkelompok : Support Bunda Agar Ayah Terlibat dalam Pendidikan Seksualitas

Ceritaku Hari Ini tentang Kelompok yang Presentasi

Alhamdulillah, hari ini kelompokku (Kelompok 7) yang tampil presentasi dengan tema "Peran Ayah terhadap Pendidikan Seksualitas Anak". Masya Allah seru bangettt persiapannya. Pengalaman merasakan riwehnya mempersiapkan bahan presentasi sejak kemarin sampai begadang dan masih lanjut menyiapkan anak-anak sekolah itu luar biasa. Masya Allah alhamdulillah, pelajaran berharga sekali untukku.

Alhamdulillah, teman2 di Kelompok 7 kompakan, siapa yang bisa langsung gercep aja ambil bagian. Nggak nunggu2an, misal rencana A ternyata hasilnya beda langsung aja inisiatif ambil alternatifnya. Saling melengkapi jadi rasanya seruuu.

Jujur aku belum berpengalaman untuk presentasi yang mulus di depan umum, tapi aku ngechallenge diri sendiri untuk belajar mengambil peran mewakili teman-teman presentasi. Karena aku ingin apa yang sudah aku rasakan dampaknya bisa sampai ke teman-teman insya Allah. Sebarkan virus good parenting kata Bu Abyz dulu hehe..

Vibesnya Bundii yang bisa luwes presentasi membuatku dapat gambaran apa yang ingin aku sampaikan walaupun belum mulus tapi aku bersyukur sudah mencobanya dan bisa menikmati dengan minim nervous. Semoga kebaikan-kebaikannya bisa dipetik dan diterapkan ya sama teman-teman. Barokallah

Kata Sobatualang..

Alhamdulillah tanggapan teman-teman yang memeriahkan (hadir) saat live positif, begitu juga dari teman-teman kelompok lain. Mereka bilang daging semua, lengkap materinya dan bisa diterapkan masya Allah, merinding saya hehe..

Materinya mulai dari hasil survei mengenai peran ayah di Indonesia saat ini yang bikin miris, pentingnya kehadiran sosok ayah secara utuh, sifat-sifat keayahan, peran ayah yang semestinya, hingga apa sih yang bisa dilakukan ibu untuk mendorong & mendukung ayah agar mau terlibat dalam pengasuhan. Alhamdulillah bisa diterima teman-teman.

Hal baik tentang pendidikan seksualitas yang saya peroleh

Dari yang disampaikan teman-teman yang presentasi tadi, aku jadi mendapat gambaran yang lebih riil tentang pentingnya peran ayah dalam pengasuhan. Dan yang nancep banget pada bagian apa yang bisa ibu lakukan untuk mendukung ayah agar mau terlibat aktif dalam pengasuhan. Kenapa? Karena diajak berkaca, refleksi diri lagi dan diajak banyak-banyak bersyukur atas dihadirkannya suami untukku.

Untuk mengajak suami agar mau terlibat dalam pengasuhan perlu melalui tahapan ini sebelumnya, yaitu memunculkan hormon bahagia suami, yang mana akan muncul kalau suami sudah terpenuhi kebutuhannya dan merasa terpuaskan.

Kalau hormon bahagianya muncul, suami akan lebih tenang dan tidak mudah tersinggung sehingga memudahkan tersampaikannya pesan kita dengan baik insya Allah.

Caranya bagaimana?

  1. Penuhi kebutuhan dasarnya dulu
  2. Sering-sering apresiasi kebaikan suami
  3. Cari waktu yang tepat untuk ngobrol, jangan tegur saat kejadian. Suguhkan minuman hangat sama cemilannya juga biar nyaman ngobrolnya
  4. Pakai I Message, bukan U Message yang fokus untuk menyampaikan perasaan positif kita ke suami
  5. Meminta maaf agar suami tidak merasa digurui saat kita menyampaikan pesan, diikuti penguatan apresiasi untuk membangun pride suami
  6. Berikan kecupan, pelukan/tepukan di bahu (sesuai bahasa cinta suami)
Tadi juga disampaikan tips-tips yang bisa dilakukan si ibu, antara lain:

  1. “Iming-imingi” suami keseruan bersama anak
  2. Berbagi peran bukan berbagi beban
  3. Apresiasi suami sekecil apapun kebaikannya, berikan reward sesuai bahasa cinta suami
  4. Ibu, jadilah teman ngobrol suami yang asyik
  5. Bersabar dalam mengajak suami terlibat dalam pendidikan anak, temukan trik yang cocok

Satu hal yang bisa segera saya praktekkan dari hal baik tersebut adalah

Berterima kasih ke suami, mengapresiasi dengan tulus, dan memberikan ruang untuk suami saat pulang kerja (masih capek-capeknya), sabar dulu kalau pingin cerita-cerita hehe..



Rizki Anggarsasi Suwandari
IP Malang Raya
Rabu, 30 Agustus 2023

#tantanganzona7
#pendidikanseksualitas
#harike-8
#bundasayang8
#institutibuprofesional
#ibuprofesionaluntukindonesia
#bersinergijadiinspirasi
#ip4id2023

Selasa, 29 Agustus 2023

Bunsay 8 Zona 7 - Pendidikan Seksualitas - Jurnal Tantangan Hari ke-7

Nama : Rizki Anggarsasi Suwandari
Kelompok : WAG 7 - Peran Ayah terhadap Pendidikan Seksualitas Anak
Subkelompok : Support Bunda Agar Ayah Terlibat dalam Pendidikan Seksualitas

Ceritaku Hari Ini

Alhamdulillah, hari ini kami semarak mempersiapkan presentasi besok. Alhamdulillah, seneng bisa ikut aktif belajar di grup.

Teman-teman begitu kompak mengumpulkan bahan-bahannya. Tadi sempat sedih karena materi yang terkumpul tidak cukup waktu untuk dipresentasikan sehingga harus dipadatkan. Aku berharap teman2 ridho, insya Allah ilmunya saling melengkapi ya teman2. Love youuu WAG 7 - Peran Ayah dalam Pendidikan Seksualitas.

Sampai aku menulis ini, kami yang mewakili kelompok untuk presentasi besok masih sama2 berjuang mempersiapkannya. Semoga Allah membersamai kami ya, lancar berkah besok. Allahumma aamiin

Hal baik berkaitan dengan pendidikan seksualitas yang diperoleh selama berinteraksi dengan anggota kelompok

Dapat banyak ilmu tentang peran Ayah hari ini. Dari gambaran yang ada di Indonesia saat ini, tantangan yang dihadapi Ayah, peran dan sifat keayahan, contoh konkritnya sampai dukungan ibu agar ayah terlibat aktif dalam pengasuhan




Rizki Anggarsasi Suwandari
IP Malang Raya
Selasa, 29 Agustus 2023

#tantanganzona7
#pendidikanseksualitas
#harike-7
#bundasayang8
#institutibuprofesional
#ibuprofesionaluntukindonesia
#bersinergijadiinspirasi
#ip4id2023

Senin, 28 Agustus 2023

Bunsay 8 Zona 7 - Pendidikan Seksualitas - Jurnal Tantangan Hari ke-6

Nama : Rizki Anggarsasi Suwandari
Kelompok : WAG 7 - Peran Ayah terhadap Pendidikan Seksualitas Anak
Subkelompok : Support Bunda Agar Ayah Terlibat dalam Pendidikan Seksualitas

Ceritaku Hari Ini

Alhamdulillah, hari ini diskusi bersama tim kecil tentang support istri ke suami agar mau terlibat dalam pengasuhan. Selain bertukar cerita ttg poin-poin yang sudah dipraktekkan, kami juga mengambil dari beberapa referensi terkait yaitu dari hasil penelitian dan tulisan Ust. Bendri. Masya Allah nyess rasanya, bikin semangat lagi insya Allah buat refresh pelayanan ke suami hehe..

Hal baik berkaitan dengan pendidikan seksualitas yang diperoleh selama berinteraksi dengan anggota kelompok

Menginginkan suami terjun dalam pengasuhan dimulai dari diri kita dahulu. Mengusahakan kepuasan suami dan ketenangan hatinya agar tercipta keharmonisan keluarga, merupakan poin utama dan pertama sebelum mengajak suami terlibat aktif dalam pengasuhan.

Jika suami sudah "bahagia" insya Allah akan lebih mudah bersama-sama hadir secara utuh untuk mereka, membersamai tumbuh kembangnya.




Rizki Anggarsasi Suwandari
IP Malang Raya
Senin, 28 Agustus 2023

#tantanganzona7
#pendidikanseksualitas
#harike-6
#bundasayang8
#institutibuprofesional
#ibuprofesionaluntukindonesia
#bersinergijadiinspirasi
#ip4id2023

Minggu, 27 Agustus 2023

Bunsay 8 Zona 7 - Pendidikan Seksualitas - Jurnal Tantangan Hari ke-5

Nama : Rizki Anggarsasi Suwandari
Kelompok : WAG 7 - Peran Ayah terhadap Pendidikan Seksualitas Anak
Subkelompok : Support Bunda Agar Ayah Terlibat dalam Pendidikan Seksualitas

Ceritaku Hari Ini

Alhamdulillah, Sabtu yang semarak di kota kami. Di mana-mana karnaval, dan jalan ditutup. Walaupun pagi-pagi banget sudah berputar-putar untuk mencari jalan pulang, tidak menyurutkan semangat mengikuti progres belajar di WAG 7.

Senang sekali teman-teman pada aktif dan saling support. Ada yang bertanya tentang kesulitannya mengajak ayah agar terlibat dalam pengasuhan anak-anak. Lalu teman-teman yang lain sharing pengalamannya bagaiamana mengajak pasangannya hingga pasangannya bahagia terlibat dalam pengasuhan anak-anaknya.

Alhamdulillah, hari ini disepakati ada 8 subtema yang menjadi outline presentasi nantinya. Lalu dibentuk kelompok sejumlah subtemanya. Aku memilih subtema 8, yaitu support bunda agar ayah terlibat dalam pendidikan seksualitas.

  1. Gambaran peran ayah yang ada di Indonesia 
  2. Tantangan yang dihadapi ayah dalam proses pengasuhan
  3. Faktor penyebab ayah tidak terlibat pengasuhan
  4. Masalah yang muncul dari ketidakhadiran ayah dalam proses pengasuhan
  5. Seberapa penting peran ayah dalam proses pengasuhan terutama dalam pendidikan seksualitas
  6. Contoh konkret peran ayah dalam pendidikan seksualitas
  7. Support bunda agar ayah terlibat dalam pendidikan seksualitas
  8. Sifat Keayahan sebagai keteladanan
Hari ini tugasnya adalah memilih subtema dan menjadi referensi terkait untuk bahan presentasi. Semangattt!!
Senang di gr

Hal baik berkaitan dengan pendidikan seksualitas yang diperoleh selama berinteraksi dengan anggota kelompok

Ada beberapa poin yang bisa aku tangkap dari diskusi hari ini yang berkaitan dengan pendidikan seksualitas, antara lain:

Ada teman-teman yang merasa mengajak pasangan agar mau terlibat dalam pengasuhan adalah sebuah tantangan tersendiri. Menurutku ini memang banyak faktor yang memengaruhi juga, tetapi dilihat dari sisi istri, kita punya pilihan untuk mensupport suami agar mau terlibat.

Alih-alih memberikan arahan/mengajak pasangan, tanpa disadari ternyata justru menuntut. Akhirnya suami merasa makin pusing, bingung dimulai dari mana, akhirnya semakin kusut benang komunikasi antara suami dan istri.

Aku teringat pesan Bu Abyz, guruku di sekolah parenting Harum dulu bahwa pamaeter perubahan keluarga adalah kita yang berubah, bukan pasangan dulu atau anak-anak. Jadi, mari kita mulai dari diri kita.

  1. Tumbuhkan empati kepada pasangan sehingga bisa berpikir dari sudut pandangnya
  2. Bangun momen bersama pasangan, misal membersamainya dalam melaksanakan pekerjaannya di rumah atau saat istirahat. Jadilah teman yang baik untuk pasangan kita. Bisa dengan menyuguhkan minuman hangat dan cemilan untuk membangun suasana yang syahdu dahulu. Lalu memulai obrolan dengan hal-hal yang ringan terlebih dahulu.
  3. Jika sudah terbentuk budaya ngobrol bersama pasangan, insya Allah akan memudahkan diskusi dengan tema yang berat, diobrolkan dengan santai.
  4. Saat komunikasi efektif dan produktifnya sudah jalan, insya Allah suami lebih mudah diajak kerja sama.
  5. Membudayakan ringan hati dalam mengapresiasi pasangan untuk mengisi tangki cintanya.
  6. Mudah dalam meminta maaf agar pasangan pun mudah menyadari kesalahannya dan nyetrum budaya baiknya untuk mengikis ego dalam mengakui kesalahan dan meminta maaf.




Rizki Anggarsasi Suwandari
IP Malang Raya
Minggu, 27 Agustus 2023

#tantanganzona7
#pendidikanseksualitas
#harike-5
#bundasayang8
#institutibuprofesional
#ibuprofesionaluntukindonesia
#bersinergijadiinspirasi
#ip4id2023

Sabtu, 26 Agustus 2023

Bunsay 8 Zona 7 - Pendidikan Seksualitas - Jurnal Tantangan Hari ke-4

Nama : Rizki Anggarsasi Suwandari

Kelompok : WAG 7 - Peran Ayah terhadap Pendidikan Seksualitas Anak

Ceritaku Hari Ini

Alhamdulillah, hari ini bisa ikut aktif berdiskusi di WAG 7. Seru diskusinya, santai, dapat poin-poin yang mengena dan bisa sharing untuk saling berbagi wawasan juga inspirasi.

Beberapa dari anggota kami sudah merasakan peran ayah di dalam pendidikan seksualitas ini, begitu pula dampak yang dirasakan. Tetapi, beberapa juga masih dalam tahap tantangan untuk mengajak sosok ayah di keluarganya ikut berperan aktif dalam pendidikan seksualitas anak.

Kami juga berbagi poin-poin penting tentang peran ayah dan sifat keayahan, juga tentang referensi buku yang dipakai teman-teman.

Hal baik berkaitan dengan pendidikan seksualitas yang diperoleh selama berinteraksi dengan anggota kelompok:

Tadi, kami sempat berdiskusi tentang peran ayah dalam pendidikan seksualitas anak, dan saya coba merangkumnya sebagai berikut:
  1. Menanamkan Tauhid
  2. Memberikan pemahaman dan keteladanan sekaligus menjadi kontrol mengenai gender, perannya, cara bergaul, dan batasan berpakaian
  3. Menanamkan rasa malu sejak usia dini
  4. Memberikan rasa aman dan nyaman untuk anak-anak
  5. Hadir secara utuh
  6. Menasihati dan menegur dengan bijaksana dan tegas
  7. Memberikan pemahaman bahwa tubuhnya adalahnya miliknya sendiri, sentuhan mana yang baik mana yang tidak baik
  8. Memberikan teladan dalam tanggung jawab di lingkungan keluarga dan masyarakat 
  9. Mengajarkan toilet training utk anak laki-laki
  10. Menanamkan sifat-sifat baik pada anak dengan memberikan pendidikan dan menjadi teladan
  11. Memberikan teladan bagaimana bersikap bijaksana nan tegas juga berakhlakul karimah

Dari diskusi kami, ada juga informasi bagaimana sifat keayahan yang diadaptasi dari psikolog Liza Marielly Djapri, antara lain:
  1. Mau Mendengar
  2. Protektif dan sahabat yang baik
  3. Kasih sayang dan hangat
  4. Menyediakan keperluan hidup
  5. Menghormati dan sayang ibu dari anak-anaknya
Bersumber dari buku Ust. Hary Santosa yang berjudul Fitrah Based Education, ada beberapa peran ayah atas fitrahnya, yaitu:
  1. Penanggung jawab pendidikan
  2. Man of vision and mission
  3. Sang Ego dan individualitas
  4. Pembangun sistem berpikir
  5. Supplier maskulinitas
  6. Penegak profesionalitas
  7. Konsultan pendidikan
  8. The person of "tega"
Untuk penjelasannya bisa dibaca di link berikut:

Teman-teman tadi juga sharing tentang beberapa buku yang bisa dijadikan acuan belajar





Aku membaca beberapa pesan teman-teman tentang pengalaman mereka bersama pasangan dalam pengasuhan. Obrolan ini mengingatkanku tentang "pesan" seorang praktisi homeschooling yang pernah aku ajak ngobrol. Pesannya nancep banget, dikuatkan dengan pernyataan Pak Dodik tentang berbagi peran bukan berbagi beban, mengajak bukan menuntut. Beliau sharing bagaimana suaminya yang dulu acuh kepada pengasuhan anaknya hingga akhirnya satu suara dengan istrinya dan benar-benar nyemplung dalam pengasuhan dan pendidikan anak-anaknya.

Kata beliau, iming-iming suami gimana serunya maen sama anak-anak, gimana serunya membersamai mereka. Ternyata masya Allah, it works dengan izin Allah. Suami kini merasa lebih bahagia melakukan perannya dengan nyemplung ke pengasuhan dan pendidikan anak-anak, bukan lagi sebagai beban tanggung jawab yang berat. Nggak pingin kehilangan momen bareng anak-anak, masya Allah.

Alhamdulillah, semoga kita selalu diberi petunjuk Allah ya dan dilindungi. Semoga komunikasi produktif bersama pasangan bisa terus kita terapkan sehingga kita lebih mudah berdiskusi atau sekedar ngobrol tentang anak-anak dan pendidikan mereka. Allahumma aamiin. Semangat belajar bersama, bismillah sehidup sesurga 💛





Rizki Anggarsasi Suwandari
IP Malang Raya
Sabtu, 26 Agustus 2023

#tantanganzona7
#pendidikanseksualitas
#harike-4
#bundasayang8
#institutibuprofesional
#ibuprofesionaluntukindonesia
#bersinergijadiinspirasi
#ip4id2023

Jumat, 25 Agustus 2023

Bunsay 8 Zona 7 - Pendidikan Seksualitas - Jurnal Tantangan Hari ke-3

 Nama: Rizki Anggarsasi Suwandari

Ceritaku..

Alhamdulillah, selama menjalankan peran sebagai istri dan ibu, sejauh ini saya merasakan kalau suami saya sudah berusaha sebaik mungkin untuk menjalankan perannya sesuai dengan fitrahnya.

Hal Baik yang Sudah Suami Lakukan..

  1. Beliau itu teladan nyata untukku dan anak-anak bagaimana bersikap bijaksana
  2. Bakat tidak suka berkonflik, jadilah orang-orang di sekitarnya suka dan nyaman
  3. Tanggap terhadap sekitar yang membutuhkan
  4. Gemar bersyukur dan dermawan. Prinsip beliau: Alhamdulillah kita diberi kelonggaran, yuk kita gunakan untuk berbagi kebaikan, masya Allah
  5. Tidak mengkhawatirkan masa depan secara berlebihan, berusaha ridho dengan ketentuan-Nya dan melakukan sebaik mungkin dari sisi kita sehingga menjadi pribadi yang tenang nan optimis masya Allah
  6. Semakin ke sini semakin tidak ingin melewatkan momen-momen bersama anak-anak termasuk mengantarkan sekolah bersama. Alhamdulillah selalu bersama-sama dalam mengasuh anak-anak
  7. Kalau capek lebih anteng, tidak marah-marah. Hampir tidak pernah marah.
  8. Mengingatkanku maupun anak-anak dengan bijaksana, lembut dan tidak menyakiti
  9. Selalu mencari waktu yang tepat untuk ngobrol dengan siapa pun (komunikasi efektif)
  10. Juara kalau jadi guru nyata dalam hal komunikasi efektif
  11. Tidak menuntut istri ini itu, malah memberikan istrinya keleluasaan mengaktualisasi diri sebagai bekal hidup dan support penuh istrinya
  12. Sudah sefrekuensi dalam berbagai hal, kadang hanya dengan membayangkan cara berpikirnya maka sudah bisa ditebak jawaban apa yang akan diberikan saat diminta
  13. Memberikan kebebasan yang bertanggung jawab dalam urusan finansial keluarga, social needs, waktu, dan lain-lain
  14. Value hidupnya bisa jadi acuan value keluarga
  15. Sayang sama keluargaku sama seperti keluarganya sendiri. Support pendidikan adik-adikku juga
  16. Empati dan simpatinya bisa jadi teladan
  17. Sosok pemimpin yang tegas tetapi lembut, mengayomi, penyayang, pemaaf
  18. Memberikan ruang yang luas untukku belajar, termasuk dengan menerima dan belajar dari kesalahan. Jangan takut mengambil keputusan (duluuu, aku orang yang takutt salah, apa pun itu)
  19. Mengutamakan orang terdekat lalu orang lain, baru dirinya
  20. Tidak hitungan, tidak pelit
  21. Menyempatkan dan menyisihkan tabungan untuk refreshing keluarga (menafkahi lahir dan batin)
  22. Tidak ego untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf
  23. Walaupun lelah setelah bekerja, tapi masih siap mendengarkanku mencurahkan apa pun dan bisa diajak diskusi dengan baik
  24. Menekankan apa pun itu bisa diobrolkan baik-baik, nggak perlu emosi
  25. Melatih anak-anak berpikir kritis
  26. Mau belajar parenting dan memahami fase anak-anak
  27. Ringan hati mengapresiasi kebaikan istri dan anak-anaknya
  28. Perhatian dan peka pada perkembangan dan kebutuhan anak-anak dan istrinya
  29. Banyak rasanya nggak habis-habis masya Allah :)

Hal yang Ingin Suami Perbaiki (menurutku):

Jujur sulitt menemukan ini. Karena beliau masya Allah sekali tapi pasti ada sisi yang butuh diperbaiki, antara lain:

  1. Semangat hidup sehat lagi
  2. Ayah perlu selflove juga, bahagiakan diri terutama kalau mau beli sesuatu untuk diri sendiri boleh banget Yah, jangan kelamaan mikir kalau untuk diri sendiri, padahal kalau untuk sekitar nggak hitungan :*

Upayaku untuk Support Suami dalam Memperbaikinya..

  1. Rutin ngajak jalan pagi lagi
  2. Mulai bikin meal plan yang sehat lagi
  3. Memulai work out lagi, kalau sudah rutin biar bisa narik vibes nya Ayah buat ikutan juga hehe
  4. Ngajakin quality time sambil sepedaan bareng keliling-keliling
  5. Meyakinkan dan sounding suami kalau suami juga butuh selflove
  6. Nabung sendiri untuk ngasih kado di momen spesialnya 
  7. Apalagi ya? Ehmmm kupikir lagi sambil jalanin di keseharian insya Allah, thx..





Rizki Anggarsasi Suwandari
IP Malang Raya
Jumat, 25 Agustus 2023

#tantanganzona7
#pendidikanseksualitas
#harike-3
#bundasayang8
#institutibuprofesional
#ibuprofesionaluntukindonesia
#bersinergijadiinspirasi
#ip4id2023