Subkelompok : Support Bunda Agar Ayah Terlibat dalam Pendidikan Seksualitas
Ceritaku Hari Ini tentang Kelompok yang Presentasi
Alhamdulillah, hari ini kelompokku (Kelompok 7) yang tampil presentasi dengan tema "Peran Ayah terhadap Pendidikan Seksualitas Anak". Masya Allah seru bangettt persiapannya. Pengalaman merasakan riwehnya mempersiapkan bahan presentasi sejak kemarin sampai begadang dan masih lanjut menyiapkan anak-anak sekolah itu luar biasa. Masya Allah alhamdulillah, pelajaran berharga sekali untukku.
Alhamdulillah, teman2 di Kelompok 7 kompakan, siapa yang bisa langsung gercep aja ambil bagian. Nggak nunggu2an, misal rencana A ternyata hasilnya beda langsung aja inisiatif ambil alternatifnya. Saling melengkapi jadi rasanya seruuu.
Jujur aku belum berpengalaman untuk presentasi yang mulus di depan umum, tapi aku ngechallenge diri sendiri untuk belajar mengambil peran mewakili teman-teman presentasi. Karena aku ingin apa yang sudah aku rasakan dampaknya bisa sampai ke teman-teman insya Allah. Sebarkan virus good parenting kata Bu Abyz dulu hehe..
Vibesnya Bundii yang bisa luwes presentasi membuatku dapat gambaran apa yang ingin aku sampaikan walaupun belum mulus tapi aku bersyukur sudah mencobanya dan bisa menikmati dengan minim nervous. Semoga kebaikan-kebaikannya bisa dipetik dan diterapkan ya sama teman-teman. Barokallah
Kata Sobatualang..
Alhamdulillah tanggapan teman-teman yang memeriahkan (hadir) saat live positif, begitu juga dari teman-teman kelompok lain. Mereka bilang daging semua, lengkap materinya dan bisa diterapkan masya Allah, merinding saya hehe..
Materinya mulai dari hasil survei mengenai peran ayah di Indonesia saat ini yang bikin miris, pentingnya kehadiran sosok ayah secara utuh, sifat-sifat keayahan, peran ayah yang semestinya, hingga apa sih yang bisa dilakukan ibu untuk mendorong & mendukung ayah agar mau terlibat dalam pengasuhan. Alhamdulillah bisa diterima teman-teman.
Hal baik tentang pendidikan seksualitas yang saya peroleh
Dari yang disampaikan teman-teman yang presentasi tadi, aku jadi mendapat gambaran yang lebih riil tentang pentingnya peran ayah dalam pengasuhan. Dan yang nancep banget pada bagian apa yang bisa ibu lakukan untuk mendukung ayah agar mau terlibat aktif dalam pengasuhan. Kenapa? Karena diajak berkaca, refleksi diri lagi dan diajak banyak-banyak bersyukur atas dihadirkannya suami untukku.
Untuk mengajak suami agar mau terlibat dalam pengasuhan perlu melalui tahapan ini sebelumnya, yaitu memunculkan hormon bahagia suami, yang mana akan muncul kalau suami sudah terpenuhi kebutuhannya dan merasa terpuaskan.
Kalau hormon bahagianya muncul, suami akan lebih tenang dan tidak mudah tersinggung sehingga memudahkan tersampaikannya pesan kita dengan baik insya Allah.
Caranya bagaimana?
- Penuhi kebutuhan dasarnya dulu
- Sering-sering apresiasi kebaikan suami
- Cari waktu yang tepat untuk ngobrol, jangan tegur saat kejadian. Suguhkan minuman hangat sama cemilannya juga biar nyaman ngobrolnya
- Pakai I Message, bukan U Message yang fokus untuk menyampaikan perasaan positif kita ke suami
- Meminta maaf agar suami tidak merasa digurui saat kita menyampaikan pesan, diikuti penguatan apresiasi untuk membangun pride suami
- Berikan kecupan, pelukan/tepukan di bahu (sesuai bahasa cinta suami)
- “Iming-imingi” suami keseruan bersama anak
- Berbagi peran bukan berbagi beban
- Apresiasi suami sekecil apapun kebaikannya, berikan reward sesuai bahasa cinta suami
- Ibu, jadilah teman ngobrol suami yang asyik
- Bersabar dalam mengajak suami terlibat dalam pendidikan anak, temukan trik yang cocok
Satu hal yang bisa segera saya praktekkan dari hal baik tersebut adalah
Rizki Anggarsasi Suwandari
IP Malang Raya
Rabu, 30 Agustus 2023
#tantanganzona7
#pendidikanseksualitas
#harike-8
#bundasayang8
#institutibuprofesional
#ibuprofesionaluntukindonesia
#bersinergijadiinspirasi
#ip4id2023

0 comments:
Posting Komentar