Sabtu, 26 Agustus 2023

Bunsay 8 Zona 7 - Pendidikan Seksualitas - Jurnal Tantangan Hari ke-4

Nama : Rizki Anggarsasi Suwandari

Kelompok : WAG 7 - Peran Ayah terhadap Pendidikan Seksualitas Anak

Ceritaku Hari Ini

Alhamdulillah, hari ini bisa ikut aktif berdiskusi di WAG 7. Seru diskusinya, santai, dapat poin-poin yang mengena dan bisa sharing untuk saling berbagi wawasan juga inspirasi.

Beberapa dari anggota kami sudah merasakan peran ayah di dalam pendidikan seksualitas ini, begitu pula dampak yang dirasakan. Tetapi, beberapa juga masih dalam tahap tantangan untuk mengajak sosok ayah di keluarganya ikut berperan aktif dalam pendidikan seksualitas anak.

Kami juga berbagi poin-poin penting tentang peran ayah dan sifat keayahan, juga tentang referensi buku yang dipakai teman-teman.

Hal baik berkaitan dengan pendidikan seksualitas yang diperoleh selama berinteraksi dengan anggota kelompok:

Tadi, kami sempat berdiskusi tentang peran ayah dalam pendidikan seksualitas anak, dan saya coba merangkumnya sebagai berikut:
  1. Menanamkan Tauhid
  2. Memberikan pemahaman dan keteladanan sekaligus menjadi kontrol mengenai gender, perannya, cara bergaul, dan batasan berpakaian
  3. Menanamkan rasa malu sejak usia dini
  4. Memberikan rasa aman dan nyaman untuk anak-anak
  5. Hadir secara utuh
  6. Menasihati dan menegur dengan bijaksana dan tegas
  7. Memberikan pemahaman bahwa tubuhnya adalahnya miliknya sendiri, sentuhan mana yang baik mana yang tidak baik
  8. Memberikan teladan dalam tanggung jawab di lingkungan keluarga dan masyarakat 
  9. Mengajarkan toilet training utk anak laki-laki
  10. Menanamkan sifat-sifat baik pada anak dengan memberikan pendidikan dan menjadi teladan
  11. Memberikan teladan bagaimana bersikap bijaksana nan tegas juga berakhlakul karimah

Dari diskusi kami, ada juga informasi bagaimana sifat keayahan yang diadaptasi dari psikolog Liza Marielly Djapri, antara lain:
  1. Mau Mendengar
  2. Protektif dan sahabat yang baik
  3. Kasih sayang dan hangat
  4. Menyediakan keperluan hidup
  5. Menghormati dan sayang ibu dari anak-anaknya
Bersumber dari buku Ust. Hary Santosa yang berjudul Fitrah Based Education, ada beberapa peran ayah atas fitrahnya, yaitu:
  1. Penanggung jawab pendidikan
  2. Man of vision and mission
  3. Sang Ego dan individualitas
  4. Pembangun sistem berpikir
  5. Supplier maskulinitas
  6. Penegak profesionalitas
  7. Konsultan pendidikan
  8. The person of "tega"
Untuk penjelasannya bisa dibaca di link berikut:

Teman-teman tadi juga sharing tentang beberapa buku yang bisa dijadikan acuan belajar





Aku membaca beberapa pesan teman-teman tentang pengalaman mereka bersama pasangan dalam pengasuhan. Obrolan ini mengingatkanku tentang "pesan" seorang praktisi homeschooling yang pernah aku ajak ngobrol. Pesannya nancep banget, dikuatkan dengan pernyataan Pak Dodik tentang berbagi peran bukan berbagi beban, mengajak bukan menuntut. Beliau sharing bagaimana suaminya yang dulu acuh kepada pengasuhan anaknya hingga akhirnya satu suara dengan istrinya dan benar-benar nyemplung dalam pengasuhan dan pendidikan anak-anaknya.

Kata beliau, iming-iming suami gimana serunya maen sama anak-anak, gimana serunya membersamai mereka. Ternyata masya Allah, it works dengan izin Allah. Suami kini merasa lebih bahagia melakukan perannya dengan nyemplung ke pengasuhan dan pendidikan anak-anak, bukan lagi sebagai beban tanggung jawab yang berat. Nggak pingin kehilangan momen bareng anak-anak, masya Allah.

Alhamdulillah, semoga kita selalu diberi petunjuk Allah ya dan dilindungi. Semoga komunikasi produktif bersama pasangan bisa terus kita terapkan sehingga kita lebih mudah berdiskusi atau sekedar ngobrol tentang anak-anak dan pendidikan mereka. Allahumma aamiin. Semangat belajar bersama, bismillah sehidup sesurga 💛





Rizki Anggarsasi Suwandari
IP Malang Raya
Sabtu, 26 Agustus 2023

#tantanganzona7
#pendidikanseksualitas
#harike-4
#bundasayang8
#institutibuprofesional
#ibuprofesionaluntukindonesia
#bersinergijadiinspirasi
#ip4id2023

0 comments:

Posting Komentar