Sabtu, 02 Juli 2022

Zona 4 Misi 8 - Siap Berkarya

Alhamdulillah, sampai di misi yang paling challenging!

Di misi kali ini kami para penjelajah (mahasiswa Matrikulasi #10) mendapatkan tantangan untuk mengenali potensi diri melalui Kuadran Aktivitas dan 4E (Enjoy, Easy, Excellent dan Earn). Kumulai dengan mengisi Kuadran Aktivitas yang hakikatnya adalah belajar mengenali diriku lebih dalam lagi.


Kuadran Aktivitas


Hmm, sebenarnya semua yang ada pada kolom “Bisa dan Sukamembuatku berbinar-binar saat melakukannya. Namun, aku perlu mengklasifikasikannya ke dalam Kuadran 4E agar aku bisa mengoptimalkan potensi yang Allah anugerahkan kepadaku.


Kuadran 4E



Rencana Karya Produktifku

“I am not perfect, but I am very special and limited edition” –Abah Rama

Masyaallah, di titik ini aku tersadarkan kalau aku tidak perlu merasa minder karena sebuah pertanyaan yang dulu kerap muncul di kepalaku. “Aku bisa apa?” Karena ternyata, Allah memberiku banyak kenikmatan potensi diri yang bisa aku ulik. Mungkin, karena kurangnya aku memperkaya aktivitasku dulunya sehingga aku kurang mengenali potensiku sendiri.

Alhamdulillah, melalui IP, aku menemukan playground baru, antara lain belajar berorganisasi dengan menjadi pengurus regional dan ikut aktif menjadi panitia JCC dan wisuda HIMA tahun ini. Menyenangkan sekali bertemu dengan orang baru, belajar bekerja sama dan memberikan kontribusi yang bisa aku kerjakan di sela-sela jadwal perkuliahan.

Selain itu, melalui teman yang juga merupakan member IP, aku mendapatkan kesempatan untuk bergabung dalam penulisan antologi Kisah Inspiratif Menyusui dan Menyapih. Senang sekali, bagian dari parenting dan “membersamai anak-anak” bisa kutuangkan ke dalam buku untuk diambil hikmahnya. Semoga bisa memberikan manfaat untuk para ibu atau calon ibu yang membutuhkan ilmu atau support seputar penyusuan dan penyapihan. Sekarang buku ini sedang diproses di penerbit. Dalam waktu yang bersamaan, aku juga mengikuti proyek antologi Anak Sulung, sekaligus menjadi editor magang untuk proyek ini. Menulis dan menyunting naskah adalah hal yang membahagiakan. Aku menyukai pelajaran Bahasa Indonesia sejak SD. Kini, rasanya impianku satu per satu terwujud. Seorang ibu rumah tangga juga memiliki hak dalam berkarya! Kesempatan itu bisa datang dari mana saja, asal kita mau membuka diri dan belajar.


Buku Antologi Pertamaku

“Indonesia ini akan unggul ketika para ibunya bisa merdeka berkarya dari dalam rumah dan memerdekakan ibu lain dari kungkungan imajinasi dan persepsi tentang dirinya karena dengan berkarya, para ibu akan memiliki jati diri, berdaulat atas dirinya, dan hidup bermartabat, meningkatkan kemuliaan diri.” –Septi Peni

Selain beberapa aktivitas yang aku sebutkan sebelumnya. Aku sangat menyukai baking. Bagiku, hobi yang satu itu sulit terpisahkan denganku. Dialah aktivitas pertama yang aku sadari menjadi passion-ku kala aku mengikuti webinar Bu Septi yang menyebutkan bahwa ketika kita berbinar-binar melakukannya, lalu bertambah semangat kita dan kita tidak tanggung ‘nyemplung’ ke dalamnya, itulah passion. Bahagia sekali ketika aku menemukan passionku yang pertama saat usia tak lagi remaja. 

Menginvestasikan sebagian besar gajiku kala aku masih kuliah sambil bekerja, lalu menyisihkan waktuku untuk membaca tips dan trik serta cara kerja bahan-bahan baking di blog-blog para baker senior demi meminimalisir kegagalan, memerhatikan tiap proses eksperimen, selalu berhasil membuatku bahagia. Sekalipun dulu terkadang gagal tapi aku jadi tahu penyebab kegagalannya dan bagaimana cara mengantisipasinya. Aku pun sempat membuka usaha kecil di bidang baking

Tepat setahun yang lalu, aku memutuskan untuk memprioritaskan anak-anak. Oleh karena itu, aku mengambil cuti jualan online hingga waktu yang belum pasti. Karena aku ingin urusan domestikku aman terlebih dahulu sebelum aku kembali memulai usahaku. Jujur, untuk mengembangkan usaha, aku membutuhkan waktu ekstra yang saat ini belum bisa aku penuhi. Namun, hasratku untuk baking seakan tak pernah padam. Bahkan saat sibuk-sibuknya tugas Matrikulasi, aku semakin rajin baking. Itu karena aku mendapatkan ekstra semangat setelah baking dan membagikan hasilnya dengan siapa saja yang terlintas di pikiranku saat membuatnya.

Alhamdulillah, atas dukungan suami, aku berkomitmen untuk proyek decorating cake tiap bulan sekitar 2 buah cake atau lebih jika ada tambahan rezeki. Aku memanfaatkan kesempatan ini untuk menyalurkan passion-ku dan berbagi dengan orang-orang terkasih. Selain proyek cake, aku suka bereksperimen membuat resep kue hingga menemukan formula yang pas. Kucatat resep, lengkap dengan tips dan triknya, lalu kubagikan via media sosialku. Berharap semakin banyak ibu yang bahagia karena bisa menyajikan yang terbaik bagi keluarganya saat momen spesial mereka. Sehingga keluarga mereka menjadi lebih hangat.

Aku juga sangat menikmati masa-masa bersama anak-anak. Oleh karena itu, aku berusaha menyelaraskan passion-ku tanpa mengorbankan salah satunya. Memilih aktivitas dan kesempatan yang paling bisa aku lakukan. Agar kebahagiaan yang aku dapat bisa mendukung kelangsungan prioritas utamaku, yaitu membersamai dan mendidik anak-anak. Aku juga mulai berproses untuk konsisten menyusun ide main (kurikulum pendidikan rumahan keluarga kami) dan membuat jurnal belajarku serta anak-anak. Semoga kelak, aku bisa membaginya sebagai bahan belajar keluarga yang lain, belum terpikirkan dalam bentuk apa. Namun, aku memimpikan menyusun sebuah buku ide main bersama anak, juga media sosial yang aktif dalam berbagi tentang dunia membersamai anak. Aku berharap semoga semakin banyak ibu yang bahagia dalam membersamai tumbuh kembang anak-anaknya.

Catatan:

    Saat Jelajah Zona 4 Misi 8 kemarin, aku mengira tugasnya membuat karya saat itu juga. Sehingga aku langsung tancap gas membuat cake (padahal aku sedang menjaga keluarga di RS setiap hari). Alhamdulillah, ternyata seperti biasa, semangatku bertambah setelah mengerjakannya, begitu juga dengan ketenangan hati dan pikiran. Cake dengan dekorasi lukisan simpel bernuansa sawah yang menggambarkan memori Akung Uti bersama cucu-cucunya ini spesial untuk Akung Uti yang kami rindukan di kampung.


Cake Spesial untuk Akung Uti



Sebagian Proyek Cake Bulanan


Berbagia via media sosial