Sabtu, 28 Januari 2023

Merawat Luka Infeksi

Sudah beberapa hari ini aku berjalan dengan tertatih. Luka infeksi di jari manis kakiku ternyata menjalar ke jari tengah. Awalnya, kukira setelah kurawat intensif, infeksinya akan berhenti. Namun, aku keliru! Dalam hitungan 1-2 hari saja, luka itu berhasil menjajah 2 jari kakiku. Membentuk sabuk luka infeksi (bernanah) di jari tengahku. Lalu membuat 3 jari tengah kaki kananku itu membengkak. Yang puncaknya, punggung kaki pun ikutan bengkak. Saat itulah aku semakin kesulitan berjalan dan mulai terasa mengganggu. Apalagi menjelang tengah malam. Rasa nyeri yang “cukup bisa dinikmati” datang menemani. 


Sejak awal–ketika mengetahui lukaku, suami menyarankanku untuk memeriksakannya ke dokter spesialis kulit. Karena khawatir aku salah merawatnya. Namun, aku menolaknya. Pikirku, si jari manis telah mereda, insya Allah sebentar lagi sembuh. Mungkin, aku tertular scabies melihat bintik-bintik yang timbul sebelum terinfeksi. Suami bilang, itu bukan scabies. Scabies akan cepat sekali menyebar ke area lainnya. Sedangkan luka di kakiku hanya di satu area saja.


Setelah infeksinya semakin menyebar, aku pun menyerah. Aku menuruti nasihat suamiku. Dokter pun sempat terkejut karena infeksiku cukup parah katanya dan bukan scabies. Biasanya infeksi itu karena ada luka dan kotor atau lembab. Bakteri itu tumbuh dan berkembang dengan baik pada area yang lembab dan kotor. Deg! Beliau menyampaikan banyak kuman di dalam luka infeksi. Bahayanya adalah ketika dia menyebar di dalam tubuh dan menginfeksi organ-organ tubuh, jadi bukan hanya yang nampak. Makanya harus segera diatasi! Pikiranku ke mana-mana, segera saja aku stop dan aku sadari kondisi yang ada.


Baiklah, aku sudah terluka. Memang aku keliru dengan percaya diriku kemarin. Namun, sesalku tak akan mengubah apa pun. Malahan overthinking bisa menurunkan imunitasku. Yang kubutuhkan adalah bersabar, menerima kondisi yang ada, dan telaten merawatnya. Selain itu, menjadi koreksiku juga untuk lebih memperhatikan detail kebersihan dan kesehatan tubuhku. Mungkin sekali seatu plastikku yang modelnya berlubang-lubang membuat debu lebih mudah masuk dan ketika dalam sepatu basah cukup lama saat kehujanan membuat kaki tidak sehat. "Ayo Kiki, lebih perhatian lagi pada diri sendiri, self love!"


Sesuai saran dokter, aku merendam kakiku sekitar 1 jam di pagi dan sore hari dengan air bersih dan mengganti airnya tiap beberapa menit sekali. Tujuannya adalah melembekkan permukaan luka agar nanah yang tertahan bisa keluar sampai bersih dengan sendirinya. Sehingga yang tersisa hanya luka saja, tanpa infeksi. Setelah merendam kakiku, lanjut mengompresnya dengan air es atau es batu agar bengkaknya segera mereda.


Dokter bilang kalau di rumah sakit akan di-drainese, semacam disikat untuk mengeluarkan nanahnya sampai bersih dengan cepat. Perih? Pasti. Namun, dokter menyarankanku cara yang lebih bersahabat walaupun waktu yang dibutuhkan juga lebih lama dibandingkan potong kompas tadi. Kebetulan dokterku tidak mudah memberikan obat, seperlunya saja dan mendukung dengan cara perawatan alami. Aku hanya mendapat antibiotik untuk 6 hari. Berharap luka infeksiku sudah sembuh 6 hari ke depan.


Aku jadi teringat adikku yang pernah mengalami luka infeksi juga, dia benar-benar menyikat luka infeksinya! Rasanya pasti aduhai. Aku mencoba menyikat sedikit lukaku. Uhhhh jangan ditanya perihnya, perih sekali! Akhirnya kuurungkan. Aku mengelupas permukaan lukaku perlahan setelah kurendam dan kubilas. Perih, tapi masih bisa kunikmati rasanya. 


Aku tidak seberani adikku yang memberi alkohol pada luka yang sudah di-drainese. Setelah aku menuruti saran mama mertuaku untuk mengoleskan aloevera gel Herbalife setelah membersihkan luka terlebih dahulu, aku pun terheran-heran. MasyaAllah, ternyata dia bekerja dengan sigap. Mengeringkan luka dengan sangat cepat. Luka yang awalnya benyek, basah, tak kunjung kering dan nanahnya keluar terus. Langsung mampet setelah pemakaian pertama. Kering! Infeksinya pun berhenti! 


Jangan kaget kalau sensasi awal mirip disiram alkohol hehehe …. Mungkin karena ada jus lemon sebagai salah satu bahannya. Tak masalah, lebih baik terasa perih sebentar daripada harus merasakan sakit yang awet. Tenang, aku tidak jualan Herbalife hehe, aku hanya memberikan informasi sesuai yang aku alami. “Alhamdulillah, obat teka lara lunga.” kata pepatah Jawa.


Sekitar 1 pekan, lukaku berangsur kering dan sembuh, bengkak kaki juga semakin mereda. Alhamdulillah, aku sudah bisa berjalan lagi tanpa tertatih. Kumulai merindukan dapurku hehe …. Aku juga sudah membuat daftar eksperimen di ruang kerja mungilku itu. Dada luka infeksi!


Sabar - yakin sembuh - tingkatkan imunitas - bersihkan infeksinya - obati lukanya! Insya Allah sembuh.




Malang

Sabtu, 28 Januarui 2023

#Klip_Januari _2023_8


0 comments:

Posting Komentar