Nama: Rizki Anggarsasi Suwandari
Ceritaku..
Alhamdulillah, selama menjalankan peran sebagai istri dan ibu, sejauh ini saya merasakan kalau suami saya sudah berusaha sebaik mungkin untuk menjalankan perannya sesuai dengan fitrahnya.
Hal Baik yang Sudah Suami Lakukan..
- Beliau itu teladan nyata untukku dan anak-anak bagaimana bersikap bijaksana
- Bakat tidak suka berkonflik, jadilah orang-orang di sekitarnya suka dan nyaman
- Tanggap terhadap sekitar yang membutuhkan
- Gemar bersyukur dan dermawan. Prinsip beliau: Alhamdulillah kita diberi kelonggaran, yuk kita gunakan untuk berbagi kebaikan, masya Allah
- Tidak mengkhawatirkan masa depan secara berlebihan, berusaha ridho dengan ketentuan-Nya dan melakukan sebaik mungkin dari sisi kita sehingga menjadi pribadi yang tenang nan optimis masya Allah
- Semakin ke sini semakin tidak ingin melewatkan momen-momen bersama anak-anak termasuk mengantarkan sekolah bersama. Alhamdulillah selalu bersama-sama dalam mengasuh anak-anak
- Kalau capek lebih anteng, tidak marah-marah. Hampir tidak pernah marah.
- Mengingatkanku maupun anak-anak dengan bijaksana, lembut dan tidak menyakiti
- Selalu mencari waktu yang tepat untuk ngobrol dengan siapa pun (komunikasi efektif)
- Juara kalau jadi guru nyata dalam hal komunikasi efektif
- Tidak menuntut istri ini itu, malah memberikan istrinya keleluasaan mengaktualisasi diri sebagai bekal hidup dan support penuh istrinya
- Sudah sefrekuensi dalam berbagai hal, kadang hanya dengan membayangkan cara berpikirnya maka sudah bisa ditebak jawaban apa yang akan diberikan saat diminta
- Memberikan kebebasan yang bertanggung jawab dalam urusan finansial keluarga, social needs, waktu, dan lain-lain
- Value hidupnya bisa jadi acuan value keluarga
- Sayang sama keluargaku sama seperti keluarganya sendiri. Support pendidikan adik-adikku juga
- Empati dan simpatinya bisa jadi teladan
- Sosok pemimpin yang tegas tetapi lembut, mengayomi, penyayang, pemaaf
- Memberikan ruang yang luas untukku belajar, termasuk dengan menerima dan belajar dari kesalahan. Jangan takut mengambil keputusan (duluuu, aku orang yang takutt salah, apa pun itu)
- Mengutamakan orang terdekat lalu orang lain, baru dirinya
- Tidak hitungan, tidak pelit
- Menyempatkan dan menyisihkan tabungan untuk refreshing keluarga (menafkahi lahir dan batin)
- Tidak ego untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf
- Walaupun lelah setelah bekerja, tapi masih siap mendengarkanku mencurahkan apa pun dan bisa diajak diskusi dengan baik
- Menekankan apa pun itu bisa diobrolkan baik-baik, nggak perlu emosi
- Melatih anak-anak berpikir kritis
- Mau belajar parenting dan memahami fase anak-anak
- Ringan hati mengapresiasi kebaikan istri dan anak-anaknya
- Perhatian dan peka pada perkembangan dan kebutuhan anak-anak dan istrinya
- Banyak rasanya nggak habis-habis masya Allah :)
Hal yang Ingin Suami Perbaiki (menurutku):
Jujur sulitt menemukan ini. Karena beliau masya Allah sekali tapi pasti ada sisi yang butuh diperbaiki, antara lain:
- Semangat hidup sehat lagi
- Ayah perlu selflove juga, bahagiakan diri terutama kalau mau beli sesuatu untuk diri sendiri boleh banget Yah, jangan kelamaan mikir kalau untuk diri sendiri, padahal kalau untuk sekitar nggak hitungan :*
Upayaku untuk Support Suami dalam Memperbaikinya..
- Rutin ngajak jalan pagi lagi
- Mulai bikin meal plan yang sehat lagi
- Memulai work out lagi, kalau sudah rutin biar bisa narik vibes nya Ayah buat ikutan juga hehe
- Ngajakin quality time sambil sepedaan bareng keliling-keliling
- Meyakinkan dan sounding suami kalau suami juga butuh selflove
- Nabung sendiri untuk ngasih kado di momen spesialnya
- Apalagi ya? Ehmmm kupikir lagi sambil jalanin di keseharian insya Allah, thx..
Rizki Anggarsasi Suwandari
IP Malang Raya
Jumat, 25 Agustus 2023
#tantanganzona7
#pendidikanseksualitas
#harike-3
#bundasayang8
#institutibuprofesional
#ibuprofesionaluntukindonesia
#bersinergijadiinspirasi
#ip4id2023

0 comments:
Posting Komentar