Minggu, 04 Juni 2023

Bunsay 8 Zona 3 - Tahap Perkembangan Anak - Tantangan Hari ke-5

   

Jurnal Stimulasi Perkembangan Anak Hari Ini (Liburan ke Pantai Banyu Meneng dan Selok, Malang):

Alhamdulillah, hari ini berkesempatan untuk berlibur bersama ke pantai. Sepaket keluarga kecil kami dan juga Uti, Om, dan Tante. Rasanya dapat sepaket lengkap stimulasi untuk hampir di setiap aspek perkembangan anak-anak.

Hasil Observasi dalam Stimulasi Hari Ini:

Islamic Studies:

Melalui tadzabbur alam alias liburan kali ini, kami mengajak anak-anak untuk mengingat Sang Pencipta. Betapa besarnya Allah, betapa indah maha karya-Nya, betapa banyak nikmat yang Allah beri, dan betapa kecilnya kita yang bisa dilihat langsung saat berada di tengah-tengah alam yang luas.

Kami mulai perjalanan dengan berdoa keluar rumah dan naik kendaraan. Dan masya Allah, Mas dan Adik refleks beberapa kali murojaah mandiri. Kadang full suratnya, kadang potongan-potongan ayat hehe, alhamdulillah. Keep loving it, Nak.

Motorik Kasar:

Dari aspek motorik kasarnya, kudapati perkembangannya yang masya Allah. Sejujurnya, aku sendiri masih terkesima menyaksikannya. Kami memilih jalan pintas yang menghubungkan Pantai Banyu Meneng dan Pantai Selok agar tidak perlu memutar, rutenya berupa batu karang setinggi kira-kira 3 meter, dilanjutkan jalan setapak.


Awalnya, aku ingin memegangi Adik dan Mas bersama Ayah. Ternyata mereka ingin melakukannya secara mandiri dari awal hingga sampai tujuan. Padahal selain tinggi, batu-batu karang yang tertumpuk itu juga tajam-tajam. Ternyata, masya Allah mereka benar-benar menyelesaikannya tanpa halangan.

Sayang sekali, tidak ada dokumentasi untuk kegiatan ini karena hp Bunda dan Ayah tersimpan di tas.

Motorik Halus:

Yeayy, untuk pertama kalinya Mas dan Adik bermain layang-layang. Mas memilih gambar Pikachu dan Adik memilih gambar Ironman hihi. Awalnya, mereka belum tahu bagaimana cara menerbangkannya. Lalu setelah belajar berkali-kali dan merasakan gerakan layangannya, mereka mulai menikmatinya.

Kata Adik, "Bunda tadi aku berusaha keras belajar layangan makanya aku bisa. Aku nggak nyerah. Alhamdulillah." Hehe alhamdulillah, semangat ya Nduk, jangan lupa itu juga karena kemudahan yang Allah kasih ya Nak, terima kasih sudah mau berjuang hingga bisa walaupun layang-layangnya kadang juga jatuh-jatuh hehe ....

Sensorik:

Mas dan Adik berkesempatan untuk mengasah 4 indera ketika di pantai. Meraba dan merasakan tekstur pasir pantai yang beragam, dari yang halus hingga yang kasar, merasakan air laut yang lengket, cabang pohon sebagai pegangan, batuan karang yang tajam hingga yang halus, rumah siput laut dan keong yang beragam, rumah kerang, dan lain-lain.

Selain itu, Mas dan Adik juga melihat jutaan gradasi warna maha karya Allah yang sungguh indah.

Juga mengecap air laut yang asin hehe, puding yang lembut dan manis, pentol yang kasar dan halus, nugget yang kenyal dan juga rumput laut liar yang dicemili Adik.

Mas dan Adik juga tidak melewatkan suara ombak yang menenangkan. Mereka selalu antusias menanti ombak datang dan mendekat.

Kreativitas (Bicara & Bahasa):

Alhamdulillah, Mas dan Adik antusias menanyakan ke Ayah beberapa hal yang mereka temui di sepanjang perjalanan. Mereka juga mengenal beberapa kosakata Bahasa Jawa Krama (Halus) seperti, monggo, nuwunsewu, ajenge, maturnuwun, pangapunten, supe, dan lain-lain. Mereka bertanya ke Bunda apa artinya dan kapan menggunakannya. Saat mereka mendengar kosakata itu disebut dan merasa belum hafal, mereka langsung bertanya dan mengulang kosakata baru tersebut.

Interpersonal (Sosial dan Emosional):

Alhamdulillah Adik sudah tidak takut lagi dengan ombak, bahkan sangat antusias menantikan ombak datang. Sebelum liburan kali ini, Adik begitu takut saat setiap kali baru datang ke pantai. Butuh diyakinkan melalui sounding dan aksi yang meyakinkannya bahwa dia aman dan permainan menanti ombak di bibir pantai (batas aman) itu asyik.

Mas dan Adik mau bermain mandiri di bibir pantai saat Ayah Bunda masih mempersiapkan karpet dan perlengkapan yang dibawa. Karena Pantai Banyu Menneg letaknya di teluk jadi ombaknya tidak sampai ke bibir pantai, cukup aman untuk bermain anak-anak. Berbeda dengan Pantai Selok yang ombaknya khas pantai selatan sehingga harus didampingi orang dewasa saat ke bibir pantai.

Mas dan Adik juga saling berbagi bekal yang kami bawa dari rumah. Mereka juga terbiasa membuang sampah tidak sembarangan. Jadi, saat menemukan sampah berserakan, mereka memungutinya lalu membuangnya ke tempat sampah.

Kognitif:

Mas sedang suka mengonversi harga sesuatu dengan uang yang dimilikinya. Saat membeli layang-layang, dia menanyakan harganya dan berhitung dengan uang yang dia punya. Sedangkan Adik mengurutkan daun kering dari yang paling kecil ke yang paling besar.

Hasil Observasi dalam Stimulasi Hari Ini:

Alhamdulillah, anak-anak bahagia sekali dengan kegiatan hari ini. Mereka bermain sambil belajar, mengasah perkembangannya di beberapa aspek dengan sangat baik. Kemandirian mereka juga semakin tumbuh. Good job, Nak. Nikmati perjalanan kalian, jadilah pribadi yang bahagia dan cukup pada dirinya sendiri sehingga bisa lebih peka terhadap lingkunganmu.

Harapan kami untuk berikutnya adalah kami berkesempatan untuk mengajak camping anak-anak di sana insya Allah.

Dokumentasi

Maaf, dokumentasi stimulasi saat liburan ini sangat terbatas, yaitu ketika baru datang dan saat akan pulang saja. Karena, kami menikmati waktu bersama ini dengan bercengkerama dengan alam bersama-sama serta menyimpan hp di tempat yang aman dari jangkauan air.


Pantai Selok saat senja

Bersama menantikan ombak datang

Bersiap menyambut ombak datang

Senja yang indah di belahan kanan Pantai Selok

Mas dan Adik sedang berusaha belajar menerbangkan layang-layangnya

Mas sedang menerbangkan layang-layangnya

Mas dan Adik dipangku Ayah semua, excited sekali mereka



Rizki Anggarsasi Suwandari
IP Malang Raya
Minggu, 4 Juni 2023


#tantanganzona3
#tahapperkembangananak
#harike-5
#bundasayang8
#institutibuprofesional
#ibuprofesionaluntukindonesia
#bersinergijadiinspirasi
#ip4id2023

0 comments:

Posting Komentar