Jurnal Hari Ini: Menikmati Maha Karya Allah - Bromo
Hari ini kami berempat ke Bromo. Kado Ayah yang Ayah tawarkan spontan. Tentu saja tidak akan kami lewatkan walaupun ini cukup mendadak hehe ....
Sounding ke Mas dan Adik tentang perjalanan yang akan kami nikmati bersama beserta persiapannya. Alhamdulillah anak-anak kooperatif. Tidur siang, makan cukup, tidur malam segera dan bangun tengah malam, alhamdulillah aman. Mereka excited sekali..
Anak-anak sempat bosan karena jemputan hartop di Desa Ngadas yang terlambat kurang lebih 1,5 jam. Kami ajak berjalan-jalan menikmati langit gelap bertaburan bintang. MasyaAllah indah sekali. Adik dan Mas seneng banget. Adik terkesima dan berulang kali mengucap syukur ke Allah dan terima kasih ke Ayah Bunda karena diajak menikmati kesempatan ini. Kami ngobrol kenapa bintangnya kelihatan banyak berbeda dengan saat di rumah. Polusi cahaya memengaruhi bintang
Ketika di sunrise poin anak-anak menyaksikan matahari terbit secara perlahan. Adik terkesima lagi masyaAllah. Di sunrise point Bukit Cinta ini memang gelap (ya memang begitu hehe), keadaan ini bikin Mas kurang nyaman dan ingin menjelajahi Bromo segera.
Jadilah Mas sedikit manyun sampai sempat nangis sebentar. Saat itulah, Ayah mengingatkan Bunda untuk memberikan Mas ruang dan waktu sejenak, mengunci kata-kata yang siap meluncur. Setelah pagi berasa terang. Mas lebih ceria karena lebih leluasa bergerak.
Kami menikmati pemandangan pagi itu dengan berjalan menuruni bukit. Kami memilih puncak yang bisa diakses melalui jalan setapak, bukan anak tangga. Seruu, kami menemukan berbagai macam rumput liar yang cantik-cantik. Juga berbagai jenis bunga, termasuk bunga Edelweiss segar masyaAllah cantik sekali.
Mas dan Adik penuh semangat. Selanjutnya, dari parkiran kami berjalan menuju Gunung Bromo. Tetapi, akhirnya kami memutuskan untuk naik kuda dengan alasan menghemat energi untuk menapaki anak tangga naik dan turun nanti. Ternyata berkuda ini menjadi salah satu momen yang paling mereka ingat dan nikmati. Alhamdulillah
Alhamdulillah, naik turun tangganya lancar. Mereka menyelesaikan tanpa digendong. Kalau lelah, istirahat dulu. Lucunya, ketika di puncak mereka kompak ingin segera turun. Setelah ditanya ternyata karena khawatir jatuh ke kawah atau ke lereng gunung hehe.. Baiklah,Nak kita turun..
Kami kembali ke parkiran hartop berjalan penuh. Kata anak-anak seru walaupun terasa capek juga hehe.. Mereka terlelap sesampainya di mobil. Jadi kami skip eksplorasi Bukit Teletubbies dan Pasir Berbisik. Enggak apa-apa, melihat mereka sangat menikmati momen ini itu sudah lebih dari cukup.
Ternyata ketika kami pindah mobil di area seberang Cafe Hillside, mereka bangun dan meminta untuk eksplorasi Hillside. MasyaAllah pemandangannya luar biasa juga. Bukit Teletubbies kelihatan indah dati dek paling atas.
Pulangnya, kami berempat kompak terlelap hehe.. Alhamdulillah it's soooo special moment for Bunda, also for Ayah, Mas, and Adik. All praises to Allah ❤️
Respon Anak
Alhamdulillah, Adik sangat senang menikmati momen ini dan ingin mengulangnya. Kalau Mas senang diajak ke Bromo tapi next pinginnya tracking ke air terjun bukan ke Bromo lagi (dulu) hehe..
Menurut Adik, hal yang paling seru adalah berkuda, menikmati gradasi warna ketika matahari terbit, dan jalan-jalan. Bagi Mas, menikmati matahari terbit dengan berfoto keluarga adalah momen paling berharga, selanjutnya adalah berkuda dan eksplorasi di Hillside. Saat di Hillside, Mas sempat eksplorasi (berkeliling) di lantai 2 dan 3 sendirian.
Adik ketagihan berkuda dan minta lagi. Hingga di Ngadas masih request hehe .... Mas ingin berkuda lagi tapi sendirian, tidak berdua dengan Adik. Katanya sakit pangkal kakinya kalau berdua. Semoga segera baikan ya Mas.
Hal yang menakutkan bagi anak-anak adalah berdiri di puncak di sekeliling kawah Bromo. Mereka takut jatuh hehe. But, you both were doing well, good job honey. Mereka berhasil berjalan naik dan turun tanpa digendong dan drama. Saat mereka lelah, kami menepi untuk mengambil jeda, begitu hingga sampai di puncak dan turun kembali.
Banyak orang yang tersenyum melihat anak-anak sampai puncak, terutama Adik karena dianggap masih imut-imut (kecil) sekali tetapi kuat hingga selesai. I see my self on you, Dek. Dulu sewaktu lomba kemah Pramuka, Bunda juga bertahan hingga akhir, pantang menyerah sebelum akhir ya hehe, pulangnya di ruang tamu sebelum lepas sepatu sudah tertidur pulas hehe..
Alhamdulillah, walaupun sangat lelah, tapi anak-anak bisa menikmati momen ini. Anak-anak juga berlatih me-manage dirinya agar berhasil hingga akhir walaupun harus berjuang keras.
Mereka juga terinspirasi saat Bunda ngobrol sama bule dari Inggris. "Bunda ngomong apa tadi sama orangnya? Kerenn.." hehe.. "You also can do it, just try first honey."
Selama menikmati momen hingga sampai di rumah, mereka berulang kali mengucap syukur dan terima kasih karena sudah diberikan kesempatan menikmati hal yang keren masya Allah alhamdulillahi rabbil 'alamin..
Bakat yang Terlihat
Mas:
- Achiever
- Activator
- Adaptability
- Believe
- Communication
- Focus
- Harmony
- Intellection
- Learner
- Responsibility
Adik:
- Achiever
- Activator
- Adaptability
- Believe
- Communication
- Focus
- Learner
- Responsibility
Kekuatan
Mas 🌟🌟🌟(excellent)
Adik 🌟🌟🌟(excellent)
Mas dan Adik bisa menikmati dan melakukannya dengan baik hingga akhir. Walaupun sangat lelah, Mas dan Adik tetap mau berjuang dan tidak minta digendong.
Dokumentasi
IP Malang Raya
Minggu, 23 Juli 2023
#setiapanakadalahbintang
#harike-11
#bundasayang8
#institutibuprofesional
#ibuprofesionaluntukindonesia
#bersinergijadiinspirasi
#ip4id2023

0 comments:
Posting Komentar