Selasa, 28 Februari 2023

Yogurt

Yogurt berasal dari bahasa Turki (yoğurt) yang berarti susu yang diolah menggunakan fermentasi bakteri. Melalui fermentasi inilah, rasa asam pada yogurt juga teksturnya yang cenderung lebih kental dibandingkan susu murni didapatkan.

Dari segi rasa, ada plain yogurt dan flavor yogurt. Plain yogurt memiliki rasa manis alami dari gula susu atau disebut laktosa dan tidak mendapat pemanis tambahan, baik yang alami maupun sintetis. Sehingga memiliki cita rasa asam yang lebih kuat dibandingkan flavor yogurt. Sedangkan flavor yogurt merupakan plain yogurt yang ditambahkan buah maupun pemanis dan perasa sintetis ketika proses fermentasi selesai. Sehingga rasanya cenderung lebih manis dibandingkan plain yogurt dan asamnya tidak terlalu kuat.


Kedua jenis yogurt ini semakin menjamur di Indonesia, baik produksi pabrik maupun rumahan. Harganya pun bervariasi, mulai dari di bawah sepuluh ribu hingga puluhan ribu untuk secangkir yogurt. Ternyata, bukan hanya karena keunikan rasanya saja yang membuat yogurt banyak digemari. Namun, manfaatnya juga mendukung si putih kental ini rajin dikonsumsi.


Seperti yang dipaparkan oleh Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran Prof. Dr. Lovita Adriani, Ir., M.S., bahwa pada umumnya, yogurt menggunakan dua jenis mikroba, yaitu  Streptococcus thermopilus dan Lactobacillus bulgaricus yang bermanfaat untuk melancarkan pencernaan. Menariknya, lebih dari itu, yogurt dapat memperbaiki berbagai parameter biokimia darah serta berfungsi sebagai antibiotik alami.


Pantas saja, banyak yang menggemarinya ya, sudah enak, banyak manfaatnya pula. Sejarah yogurt pun tidak kalah menarik untuk disimak Bestie. Ternyata awalnya, yogurt adalah sajian yang terbuat secara tidak sengaja. Berawal jauh sebelum Masehi, bangsa Timur Tengah terbiasa membawa bekal susu di dalam kantong yang terbuat dari kulit domba saat perjalanan dengan naik unta. Susu tersebut mengalami fermentasi dengan bantuan mikroba yang terkandung pada kantong kulit domba dan juga didukung oleh suhu yang cenderung hangat.


Dilihat dari sejarahnya yang sederhana, tidak ada salahnya untuk mencoba membuat yogurt sendiri di rumah dengan bahan-bahan yang mudah dijumpai. Bisa lebih hemat dan dikreasikan sesuai dengan selera kita. Beberapa kali, aku sempat membuatnya dan hasilnya cenderung stabil. Dari sekian percobaan, aku paling suka yogurt yang dipanen setelah 21-22 jam fermentasi.





Yogurt

Sumber: Isnawati Sukendar (via Cookpad)

Adaptasi: Ala Sashi


Bahan:

  • 125 gram plain yogurt kental (aku pakai Greenfield cup)

  • 1 liter susu UHT full cream (aku pakai Ultra full cream)

  • 50 gram susu bubuk (aku pakai Dancow full cream)


Cara Membuat:

  1. Pastikan peralatan yang digunakan bersih, bebas lemak dan steril (aku menggunakan jar selai kaca yang sudah dicuci bersih dan direbus sebentar di air mendidih lalu dilap bersih dan didinginkan).

  2. Campur yogurt plain dengan susu bubuk, aduk rata.

  3. Hangatkan susu UHT hanya sampai hangat kuku saja (hangat yang tipis sekali)

  4. Tuang susu hangat sedikit ke campuran yogurt dan susu bubuk. Aduk rata. Tuang kembali ke panci susu hangat, aduk rata.

  5. Tuang ke jar-jar kaca, tutup rapat.

  6. Simpan di tempat yang hangat dan gelap (aku simpan di dalam lemari dan aku tutupi kain).

  7. Biarkan hingga minimal 20 jam. Panen yogurt dengan memindahkannya ke chiller/lemari pendingin. 


Catatan:

  • Aku sediakan wadah-wadah kecil yang nantinya bertujuan untuk tes rasa di jam-jam panen yang aku inginkan sehingga tidak perlu membuka yang di jar sebelum benar-benar dipanen.

  • Aku mencoba memanen 20 jam, 21 jam lebih sedikit dan 23 jam. Hasilnya yang 21-22 jam tingkat keasamannya pas untuk seleraku. Tidak terlalu asam maupun hambar.

  • Hasil yogurt dari resep ini adalah perpaduan antara yogurt kental dengan greek yogurt. Teksturnya lebih kental dibandingkan C*mory pouch, tetapi tidak sekental greek yogurt.

  • Yogurt bisa ditambahkan buah segar maupun kering, juga kacang-kacangan pada saat setelah dipanen atau ketika akan disajikan untuk memperkaya cita rasa juga memberikan nutrisi tambahan dari buah dan kacang-kacangan.

  • Dari percobaan yang kulakukan, yogurt ini bisa bertahan sekitar 2 pekan lebih di chiller yang dinginnya stabil (kusimpan di rak kulkas paling atas dalam kondisi tertutup rapat–tidak dibuka tutup).


Bagaimana Bestie, sederhana bukan resepnya? Yuk coba bikin di rumah bersama anak-anak.




Referensi:

https://www.unpad.ac.id/profil/prof-dr-lovita-adriani-ir-m-s-peneliti-yoghurt-dari-menjaga-pencernaan-hingga-atasi-penuaan-dini/



Malang

Selasa, 28 Februari 2023

#Klip_Februari _2023_4


0 comments:

Posting Komentar