1. Poin Komunikasi Produktif yang kulatih hari ini adalah Memahami dulu, dipahami kemudian
2. Partnerku berlatih komunikasi produktif hari ini adalah Mas, Adek, dan Tante
3. Kesimpulan dari hasil latihanku hari ini:
- Apa yang sudah baik dari latihan komunikasi produktifku hari ini:
Alhamdulillah, aku bisa menikmati waktu bersama anak-anak dan Tante saat ke Uti. Aku mencoba mendengarkan mereka, membersamai bermainnya dan bisa berdamai dengan diriku sendiri.
- Apa yang ingin kuperbaiki untuk latihan besok?
Aku tetap bisa membersamai penuh anak-anak sekalipun mungkin di Uti aku menjadi lebih sibuk.
Jurnal Latihan Komunikasi Produktifku
Hari ke-3
Hari ini aku bersyukur bisa menikmati waktu bersama anak-anak dan Tante. Why do I mention Tante here? Karena aku sempat jealous kapan hari. I know may be I was wrong, but I realized that my feeling was valid.
Singkat cerita di saat aku sibuk membantu Uti dalam waktu beberapa hari, Tante membersamai anak-anak bermain. Lalu saat aku meminta bantuan ke anakku, dia mengeluh dan acuh tak acuh padahal biasanya tidak begitu. Lalu saat tantenya meminta tolong, dia dengan santai membantunya. Bahkan dia memanggil Tante dengan sebutan Bunda. Rasanya patah hatiku, lebay ya hehe, but that the fact.
Kuakui perasaanku, kuterima. Lalu kucoba untuk memaafkan diriku sendiri, juga apa yang sudah terjadi.
Saat aku bersama anak-anak dan Tante tadi, aku fokus untuk membersamai anak-anak dan membangun bonding dengan Tante. Alhamdulillah, aku bisa menikmatinya. Berasa penuh untuk anak-anak, juga berasa santai dengan Tante.
Saat siang hari, aku izin ke anak-anak untuk pulang ke rumah sebentar, mengambil beberapa barang. Si bungsu ok tapi dengan syarat main bersama dulu dan menemani tidur siangnya. Kalau dia sudah tidur, aku boleh berangkat. Baiklah Nak, alhamdulillah.
Ada rasa lega saat anak-anak merasa nyaman, merasa dibersamai, dan tidak kunomorduakan. Dalam kondisi demikian, aku pun lancar mengerjakan tugas-tugas pribadiku, insya Allah karena anak-anak tetap nyaman walaupun aku sambi mengerjakan tugasku dan mereka di sekitarku, tidak mencari perhatian seperti saat mereka mungkin merasa kurang dibersamai. Alhamdulillah..
Kita semangat belajar bersama selalu ya, Nak, Bismillah..
Singkat cerita di saat aku sibuk membantu Uti dalam waktu beberapa hari, Tante membersamai anak-anak bermain. Lalu saat aku meminta bantuan ke anakku, dia mengeluh dan acuh tak acuh padahal biasanya tidak begitu. Lalu saat tantenya meminta tolong, dia dengan santai membantunya. Bahkan dia memanggil Tante dengan sebutan Bunda. Rasanya patah hatiku, lebay ya hehe, but that the fact.
Kuakui perasaanku, kuterima. Lalu kucoba untuk memaafkan diriku sendiri, juga apa yang sudah terjadi.
Saat aku bersama anak-anak dan Tante tadi, aku fokus untuk membersamai anak-anak dan membangun bonding dengan Tante. Alhamdulillah, aku bisa menikmatinya. Berasa penuh untuk anak-anak, juga berasa santai dengan Tante.
Saat siang hari, aku izin ke anak-anak untuk pulang ke rumah sebentar, mengambil beberapa barang. Si bungsu ok tapi dengan syarat main bersama dulu dan menemani tidur siangnya. Kalau dia sudah tidur, aku boleh berangkat. Baiklah Nak, alhamdulillah.
Ada rasa lega saat anak-anak merasa nyaman, merasa dibersamai, dan tidak kunomorduakan. Dalam kondisi demikian, aku pun lancar mengerjakan tugas-tugas pribadiku, insya Allah karena anak-anak tetap nyaman walaupun aku sambi mengerjakan tugasku dan mereka di sekitarku, tidak mencari perhatian seperti saat mereka mungkin merasa kurang dibersamai. Alhamdulillah..
Kita semangat belajar bersama selalu ya, Nak, Bismillah..
Rizki Anggarsasi Suwandari
IP Malang Raya
Jumat, 12 Mei 2023
#tantanganzona2
#harike-3
#bundasayang8
#institutibuprofesional
#ibuprofesionaluntukindonesia
#bersinergijadiinspirasi
#ip4id2023


0 comments:
Posting Komentar