Self Awareness - Zona 1 - Hari ke-2
Masya Allah, sudah hari kedua di Zona 1 Bunsay. Bekal hari ini, yaitu mengingat masa lalu yang sangat lekat dengan Ayah dan Mama. Perkataan mereka tentang diriku yang sering tersampaikan.. Sayangnya, aku belum juga bisa mengingatnya hingga saat aku menulis tugas ini. Namun, aku bisa mengingat poin-poinnya..

Alhamdulillah, terima kasih Ayah..
Maaf, aku tak bisa mengingat detail ucapanmu, tapi aku masih sangat jelas mengingat sikapmu..Saat-saat engkau mengapresiasiku dan meyakinkanku bahwa aku sudah melakukannya dengan baik, bahkan sangat baik. Walaupun kenyataannya aku tidak sesempurna itu, walaupun saat itu engkau harus melahap cake bantat buatanku, atau ranking sekolahku yang turun hehe... Engkau terus menguatkanku untuk bergerak maju, terus meyakinkanku bahwa aku bisa dan aku harus terus berjuang.
Aku pun masih mengingat jelas pesanmu kala engkau mengantarkanku sekolah SMP, jika kelak aku bersuami dan kami bertengkar, akulah yang harus meminta maaf dulu. Mungkin dulu aku tidak bisa memahaminya secara utuh. Namun, itu adalah mantra yang aku pakai setelah aku menikah, dan masyaAllah mujarab untuk menyelesaikan percekcokan sesegera mungkin. Alhamdulillah, kami jarang sekali sampai cekcok. Terima kasih Ayah, aku mencintaimu..
Oh iya aku mengingat momen-momen di mana Ayah bilang aku hebat, aku anak yang "neriman", tidak neko-neko dan berprestasi juga Ayah merasa bersalah karena belum bisa memfasilitasiku dengan baik. Hiks, Ayah percayalah, aku beruntung Allah beri engkau dan Mama.. Tabarokallah..
--------------------
Alhamdulillah, terima kasih Mama..
Maaf ya Ma, aku belum bisa mengingat jelas ucapan Mama tentangku.. Namun, yang kuingat Mama begitu mendukung akademisku. Mama senang ketika aku dapat ranking 1, juara, dapat nilai mendekati sempurna. Hanya saja kadang Mama ambisius, kebawa jiwa kompetitif hehe... Tidak apa, kita sama-sama saling belajar ya Ma..
Mama juga suka rumah yang bersih jadi kalau kami (anak-anaknya) berantakin bisa gawat hehe, ahamdulillah dengan adanya cucu-cucunya kini Mama lebih santai. Dan dari Mama, aku belajar mencintai kebersihan itu boleh, tapi jangan sampai lupa keluarga itu butuh rumah yang nyaman (batinnya).
Dulu Mama sering bilang kalau aku itu orangnya detail dan perfeksionis, tapi di sisi lain aku lamban melakukannya, gampang kedistraksi juga. Mama selalu mengingatkan untuk menyelesaikan tugas-tugasku sesegera mungkin agar bisa segera bersantai-santai tanpa ada beban dan berlarut-larut. Makasih Mama, I love you..
------------------------
Ayah Mama selalu memberikan teladan keistiqomahan sholat sunah. Mama sering mengingatkan untuk utamakan sholat wajib, usahakan dhuha dan tahajud, serta ngaji setiap hari. Sedikit pun tak mengapa asal diusahakan rutin. Ternyata dari situlah kunci ketenangan hati dan mindfulness yang aku rasakan, jaga sholat -- jaga hubungan dengan Allah, Allah yang akan menatakan hidupku.
---------------------
Sering ketika kita bertemu kini, engkau dan mama mengucapkan maaf dan berterima kasih serta segan karena sudah care pada adek-adek. Merasa sangat merepotkanku dan suami. Padahal, ayah mama tidak merepotkan kami sama sekali, tapi di situlah kebahagiaan kami karena Allah beri kelonggaran (nikmat) untuk bisa berbuat sesuatu..
Rizki Anggarsasi Suwandari
IP Malang Raya
Kamis, 16 Maret 2023
#tantanganzona1
#tantanganzona1hari2
#bundasayang8
#institutibuprofesional
#ibuprofesionaluntukindonesia
#bersinergijadiinspirasi
#ip4id2023
--------------------
Alhamdulillah, terima kasih Mama..
Maaf ya Ma, aku belum bisa mengingat jelas ucapan Mama tentangku.. Namun, yang kuingat Mama begitu mendukung akademisku. Mama senang ketika aku dapat ranking 1, juara, dapat nilai mendekati sempurna. Hanya saja kadang Mama ambisius, kebawa jiwa kompetitif hehe... Tidak apa, kita sama-sama saling belajar ya Ma..
Mama juga suka rumah yang bersih jadi kalau kami (anak-anaknya) berantakin bisa gawat hehe, ahamdulillah dengan adanya cucu-cucunya kini Mama lebih santai. Dan dari Mama, aku belajar mencintai kebersihan itu boleh, tapi jangan sampai lupa keluarga itu butuh rumah yang nyaman (batinnya).
Dulu Mama sering bilang kalau aku itu orangnya detail dan perfeksionis, tapi di sisi lain aku lamban melakukannya, gampang kedistraksi juga. Mama selalu mengingatkan untuk menyelesaikan tugas-tugasku sesegera mungkin agar bisa segera bersantai-santai tanpa ada beban dan berlarut-larut. Makasih Mama, I love you..
------------------------
Ayah Mama selalu memberikan teladan keistiqomahan sholat sunah. Mama sering mengingatkan untuk utamakan sholat wajib, usahakan dhuha dan tahajud, serta ngaji setiap hari. Sedikit pun tak mengapa asal diusahakan rutin. Ternyata dari situlah kunci ketenangan hati dan mindfulness yang aku rasakan, jaga sholat -- jaga hubungan dengan Allah, Allah yang akan menatakan hidupku.
---------------------
Sering ketika kita bertemu kini, engkau dan mama mengucapkan maaf dan berterima kasih serta segan karena sudah care pada adek-adek. Merasa sangat merepotkanku dan suami. Padahal, ayah mama tidak merepotkan kami sama sekali, tapi di situlah kebahagiaan kami karena Allah beri kelonggaran (nikmat) untuk bisa berbuat sesuatu..
Rizki Anggarsasi Suwandari
IP Malang Raya
Kamis, 16 Maret 2023
#tantanganzona1
#tantanganzona1hari2
#bundasayang8
#institutibuprofesional
#ibuprofesionaluntukindonesia
#bersinergijadiinspirasi
#ip4id2023


0 comments:
Posting Komentar