Alhamdulillah, pekan ini kelas Matrikulasi batch 10 sampai pada Zona 3 Misi 5. Untuk pos ini bertema Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga. Kali ini, materi disampaikan oleh widya iswara Rusna Meswari, biasanya dikenal dengan Mbak Una, salah satu Ibu Pembaharu asal regional Jember Raya yang sedang berada di Ekosistem Ibu Profesional. Di Matrikulasi ini, setiap posnya selalu mendapat bekal materi yang masyaallah daging banget, begitu pula kali ini.
Materi diawali dengan puisi karya Kahlil Gibran tentang anak.
Anakmu bukan milikmu
Dia adalah milik zamannya
Boleh kau berikan rumah untuk raganya
Tapi tidak untuk jiwanya
Karena jiwa mereka adalah penghuni masa depan
Yang tiada dapat kau kunjungi
Walaupun dalam impian
Puisi ini menyentuh hati kecilku. Mengingatkan bahwa anak-anak bukanlah milik kita tetapi kita punya peran penting dalam membekali masa depannya kelak. Agar mereka terus bahagia cukup dengan di jalan-Nya. Seperti yang sering disampaikan Bu Peni. “Jatuh Bangunnya Peradaban dan Sebuah Bangsa Bergantung pada Perempuannya” (Ibu Profesional). Sungguh besar peran orangtua, terutama ibunya, dalam membangun peradaban. Maka dari itu, sangat perlu bagi seorang ibu untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitasnya. Lalu bertahap menjadi seorang ibu profesional kebanggaan keluarga.
Memaknai Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga
Agar lebih bisa dijiwai dalam penerapannya, kita perlu memaknai tagline komunitas Ibu Profesional terlebih dahulu. Ada beberapa arti kata ibu jika ditinjau dari KBBI, salah satunya adalah sebutan untuk wanita yang telah melahirkan. Sedangkan arti yang tersemat pada kata profesional adalah bersungguh-sungguh dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya.
Di dalam komunitas Ibu Profesional, tagline Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga bermakna “Seorang perempuan yang bangga akan perannya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya, dan senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu agar bisa bersungguh-sungguh dalam mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.”
Agar bisa menjadi ibu yang bahagia dan bangga akan perannya maka seorang ibu perlu menemukan bahagianya terlebih dahulu, menemukan passionnya. Sehingga apabila seorang ibu sudah cukup dengan kebutuhan bahagia dirinya maka kebahagiaan itu akan menular kepada keluarga juga lingkungannya.
Memahami Bagaimana Keluarga (Ayah & Ibu) sebagai Bagian dari Peradaban Dunia
“Rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya menuju peran peradabannya” (Ibu Profesional).
Masing-masing dari kita hakikatnya memiliki peran peradabannya masing-masing. Peran ini bisa kita mulai dari dalam rumah. Kita ingin membangun keluarga yang seperti apa dengan standar nilai-nilai yang bagaimana. Ayah dan ibu memiliki peran sebagai pembangun atau arsitektur peradaban dari dalam rumah baik sebagai individu maupun sebagai pemandu anak-anak untuk bisa menemukan peran peradabannya kelak.
Salah satu senjata ampuh dalam membangun peradaban dari dalam rumah adalah Mantra Ibu Profesional:
Ngobrol Bareng, dengan sering-sering ngobrol bareng alias ngobrol santai, kita dapat menyusun nilai-nilai keluarga kemudian membuat komitmen bersama yang nantinya bisa untuk menyusun visi dan misi keluarga yang ingin diwujudkan bersama.
Main Bareng, dengan sering-sering main bareng yang berkualitas, bonding keluarga akan semakin rekat. Sehingga bisa dengan mudah menjadi satu frekuensi atau bahasa gaulnya satu radar.
Aktivitas Bareng, beraktivitas bareng membuat kita bisa lebih memahami antar anggota keluarga. Menciptakan ruang untuk sama-sama mencoba dan menoleransi kesalahan. Latihan berempati, bersimpati, menerima, menghargai, apresiasi, refleksi diri dst dengan orangtua sebagai teladan hingga akhirnya menemukan pola dan ritme yang cocok untuk keluarga.
Memahami 4 Dasar Kebutuhan menjadi Orangtua
Sebagai orangtua, kita mempunyai kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi atau dikondisikan agar bisa bergerak lebih dinamis dalam membersamai keluarga, antara lain:
- Mengelola Mental State. Menyelaraskan pikiran, perasaan dan tindakan. Memasukkan pikiran-pikiran yang berdaya saja agar perasaan juga ikut bahagia lalu keluarlah tindakan-tindakan yang baik, bijak dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga maupun lingkungan.
- Komunikasi Sebaya. Membersamai suami dan anak-anak secara utuh, jadi teman yang asyik dan berlatih empati seakan kita adalah teman sebayanya. Maka dari itu, kontak mata, intonasi dan bahasa tubuh sangatlah penting.
- Status Updating. Senantiasa memantaskan diri dan meningkatkan kapasitas dengan mempelajari aneka ilmu dan keterampilan.
- Apresiasi, Bukan Hanya Evaluasi. Seni mengapresiasi diri maupun lingkungan sangat penting diterapkan agar tercipta suasana kondusif yang senantiasa haus untuk upgrading diri. Karena manusia itu cenderung mengulang-ulang suatu kebaikan apabila diapresiasi bukan terus-terusan dikomentari. Walaupun tetap butuh evaluasi setiap tindakan maupun tahapan agar bisa menuju fase yang lebih baik lagi.
Visi dan Misi Komunitas Ibu Profesional
- Visi:
Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.
- Misi:
- Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi mereka.
- Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola diri dan keluarganya sehingga menjadi pribadi dan keluarga yang unggul.
- Meningkatkan rasa percaya diri ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, anak dan keluarga tetap menjadi prioritas utama.
- Meningkatkan peran ibu menjadi "agent of change" (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.
Bekal sudah didapatkan, sekarang waktunya mengerjakan misi 5. Saya awali tugas ini dengan mengajak ngobrol ringan Ayah dan anak-anak (5 tahun & 3,5 tahun). Insyaallah, kelak ini bisa saya gunakan untuk bahan menyusun value keluarga dan juga visi misi keluarga. Selain itu saya jadi tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh keluarga saya sehingga saya bisa memprioritaskannya. Dari obrolan itu saya jadi tahu kalau:
- Menurut Ayah, value Bunda itu gigih, komunikatif, perhatian, penyayang.
- Menurut Bunda, value Ayah itu komitmen, konsisten, pendengar yang baik, memudahkan, disiplin, on time, pembelajar mandiri, gigih, bijaksana.
- Ayah suka kalau Bunda:
Bertanggung jawab mengenai jadwal makan dan nutrisi yang dibutuhkan anak-anak terpenuhi
Rutin membersamai belajar anak-anak (model belajar bebas)
Mandiri, yang dimaksud adalah berkesadaran atas apa yang butuh dilakukan atau diprioritaskan.
- Anak-anak suka kalau Bunda:
Baik, senyum (nggak marah-marah)
Nemenin main
Bacakan buku/ bercerita
Bikin kue enak
Masak enak
Bikin robot bareng
Benerin mainanku
Bikin kreasi/ eksperimen bareng
Sesederhana itu kebahagiaan mereka akan kehadiran saya, masyaallah. Terima kasih Ayah, terima kasih Nak. Selanjutnya, memaknai ibu profesional.
- Makna Ibu Profesional bagi Saya:
- Makna Ibu Profesional bagi Lingkaran Terdekat:
- Indikator Keberhasilan Ibu Profesional Versi Saya:
Malang, Kamis, 26 Mei 2022
Rizki Anggarsasi Suwandari
IP Regional Malang Raya






0 comments:
Posting Komentar