Sabtu, 25 Juni 2022

Pekan Aliran Rasa - Matrikulasi

Pagi ini kumulai dengan bismillah dan alhamdulillah. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Begitu terasa banyak sekali nikmat yang Allah berikan. Salah satunya adalah semangat belajar yang terus menyala bahkan berkobar dalam sanubariku. Walaupun saat ini aku sedang bersedih karena ayah mertuaku baru saja dirawat inap akibat pendarahan di otak beliau dan harus segera dioperasi. Sungguh, ini tidak mudah awalnya untuk keluarga. Namun, keyakinan kami pada Sang Pemilik Takdir membuat hati ini lebih tenang sekarang. Sehingga memudahkan kami fokus kepada hal-hal yang kami bisa lakukan saat ini karena bagaimana pun, mengoptimalkan kontrol dalam diri adalah opsi terbaik, bukan fokus pada permasalahan yang hadir atau bahkan saling menyalahkan.

Setelah berdamai dengan diri sendiri, sambil terus mendoakan dan mendampingi ayah, aku ingin bundle kebahagiaanku saat belajar di program Matrikulasi ini bisa kutuangkan ke dalam tulisan. Agar kelak aku bisa mengulang kebahagiaan ini dan menjadi suntikan semangat dikala aku membutuhkannya.

Di sini, aku merasakan lingkungan belajar yang sangat positif. Tidak ada paksaan untuk menyimak ilmu yang dihadirkan juga mengerjakan setiap misi yang diberikan. Atmosfernya membuatku selalu bersemangat menyelesaikan misi-misi di setiap zona. Karena pada hakikatnya, misi itu adalah jawaban atas pencarianku selama ini. Sebelumnya, tak pernah terpikirkan olehku jika ada sebuah komunitas yang menyediakan lingkungan belajar seperti Ibu Profesional. Sangat terstruktur dan membuat berbinar-binar untuk belajar. Bertahap dimulai dari kebutuhan paling mendasar bagi seorang perempuan sekaligus istri juga ibu dalam menjalankan perannya dengan maksimal dan bahagia. Hingga kelak aku dapat menemukan misi spesifikku di dunia ini agar bisa menebarkan manfaat untuk lingkunganku bahkan lebih luas lagi tanpa meninggalkan keluarga sebagai prioritas utama dan pertamaku.


Bekal Bertualang di Playground Ibu Profesional

Diawali dengan orientasi medan sehingga kami –para penjelajah (mahasiswa Matrikulasi) dapat bersiap-siap untuk bertualang menyelami kedalaman Samudra Amarta Matrikulasi menggunakan kapal selam tembus pandang (gamifikasi untuk program Matrikulasi). Dikomandoi oleh Kaptenik keren dan didampingi para Baruna yang sigap, kami menyelami samudra bertahap hingga mencapai dasar laut yang indah. Semakin menyelami diri dan keluarga agar tahu tujuan dan arah yang ingin dicapai oleh para penjelajah dengan berbekal materi yang disampaikan oleh Widya Iswara.

Peta belajar yang kubuat sudah terbentang. Agar bisa menjalankannya dengan baik,  aku perlu memaknai ibu profesional untukku dan membuat indikator yang jelas. Setelah menyimak Teripang (Teropong Misi Petualang Lautan) Misi 5, aku pun baru tersadar kalau indikator yang aku tentukan kurang terukur. Berbekal dari sharing bestie-ku yang menggunakan metode SMART (Specific –detail, Measurable –terukur, Achievable –dapat dicapai, Relevant –sesuai dan Timebound –berbatas waktu). Aku pun memperbaiki indikator ibu profesional versiku. Masyaallah, inilah pentingnya sebuah lingkungan yang sefrekuensi dalam belajar. 

Selain itu, Teripang Misi 7 kemarin sangat membekas dalam hatiku sebagai evaluasi diri. Dalam mengerjakan misi yang diberikan sangat butuh untuk menjiwai materi dan menyelami diri. Sebenarnya apa yang kita tuju dan bagaimana cara yang paling kita bisa. Lalu kerjakan dengan bahagia hingga tuntas menggunakan cara yang benar, sertakan sumbernya agar bisa dipertanggungjawabkan. Belajar juga butuh dijaga keseruannya agar terasa nikmatnya sehingga semangatnya bisa membara sampai akhir dan lengkap yang didapat di tiap tahapan.

Alhamdulillah, bekal di Matrikulasi ini terasa ajaib. Sependek ini saja, aku dan keluargaku merasakan banyak perkembangan. Diantaranya, penerapan nyata core value, karakter moral, dan mantra Ibu Profesional. Mindset I know, I can be Better” membuatku secara langsung menerapkan pula karakter-karakter IP yang lain, yaitu Always On Time, Don’t Teach Me, I Love to Learn, Never Stopped Running, The Mission Live dan Sharing is Caring.

Karena aku terus ingin lebih baik dan aku yakin AKU BISA maka aku selalu berusaha menimbang mana yang lebih baik dan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Aku belajar untuk menentukan skala prioritas dalam keseharianku, lalu fokus pada apa yang aku kerjakan sehingga –ternyata– hasilnya lebih optimal dan cepat selesai. Efek dominonya adalah aku jadi lebih mudah on time. Waktu bersama anak-anak pun lebih berkualitas serta jadwal belajar mereka bisa konsisten.

Aku pun menerapkan gamifikasi dalam pembelajaran anak-anak versi sederhana. Misal, untuk belajar kemandirian, aku bilang kalau kami sedang naik pesawat, bensinnya adalah kemandirian mereka. Jika mereka mau belajar mandiri maka bensin akan cukup sampai di tujuan. Berikutnya, untuk semangat dan fokus belajar, anak-anak kuajak berimajinasi kalau kami sedang di atas kapal laut. Kalau mereka semangat dan fokus belajar maka nahkodanya akan lancar menyetir, tetapi jika mereka lesu dan menggerutu maka nahkoda akan tersendat lalu kapal akan oleng. Masyaallah, ternyata it works! Awalnya, aku hanya mencobanya karena aku merasa bahagia dengan gamifikasi pembelajaran yang ada di IP, kucoba menerapkannya di rumah. Mereka pun ternyata lebih menikmati pembelajaran dengan gamifikasi dan cara baru Bunda. Katanya, ternyata belajar tidak melelahkan, tabarakallah, semoga kami bisa mempraktikannya terus dan semakin baik lagi.


Bermain dan Belajar bersama Anak-anak

Oh iya, aku mulai membiasakan diri membuat rencana belajar anak-anak (berisi tanggal, ide main, manfaat) lalu menulis jurnal belajarku (apresiasi diri, evaluasi, pencapaian hari ini) dan jurnal anak-anak (pencapaian hari ini, ekspresi anak-anak ketika belajar, kejutan perkembangan, pertanyaan anak-anak dll) agar kelak aku bisa melihat perkembangan kami dari waktu ke waktu. Kusimpan dalam Google Drive dan aku share dengan suami agar kami senada dalam membersamai tumbuh kembang anak-anak.

Perjalanan Belajar Kami

Misi utamaku saat ini adalah pendidikan anak-anakku, yang hakikatnya adalah perbaikan terus-menerus bagi bunda dan ayahnya. Apa yang aku dapat di IP, aku bagi dengan suami sebagai partner setia mendidik anak-anak. Alhamdulillah, suami ikut bahagia dengan aku masuk IP, bahkan inilah yang suami harapkan. Aku lebih bahagia, lebih produktif dan bertahap semakin tahu arah. Berdampingan antara pengembangan diri dan tujuan keluarga. 

Satu lagi yang membuatku semakin berbinar belajar di IP yaitu ternyata menjadi bagian dari pengurus tidak semenyeramkan bayanganku pada saat awal magang. Teman-teman pengurus di regional yang membersamaiku sangat humanis. Tidak ada yang namanya korektor, mereka saling mendukung satu sama lain. Jika ada kekuranganku, mereka pun menyemangati untuk terus belajar dan menghargai diri. Niat mereka dalam mengabdi dan menebar manfaat sangat menginspirasiku. Semakin ke sini, aku semakin menikmatinya sebagai bagian dari penerapan core value Ibu Profesional. Alhamdulillah, barakallah Bu Septi, Pak Dodik, dan semua yang telah mendukung adanya IP. Semangat sampai akhir, semangat menjadi diri yang lebih baik, lebih produktif dan bermanfaat.



Catatan:

  • Terima kasih mbak Rani, barakallah

  • Alhamdulillah saat tulisan ini selesai, operasinya sudah selesai

  • Kutulis ini agar aku tidak larut dalam kesedihan



#PekanAliranRasa

#PenjelajahPelabuhanSamuderaAmarta

#Matrikulasi10

#InstitutIbuProfesional

#IbuprofesionalforIndonesia

#ip4d2022

#womenincooLABoration

 

 

Rizki Anggarsasi

IP Malang Raya

Malang, Sabtu, 25 Juni 2022



Surat Cinta


0 comments:

Posting Komentar