Selasa, 14 September 2021

Mbolang ala Petualangan si Koksi



Cuti ayah tinggal sehari nih, waktunya jalan-jalan alias sepaket sepedaan menikmati pemandangan. Ada dua opsi yang terpilih, Kopi Taji dan Gubuk Klakah. Setelah ayah melihat rutenya terlebih dahulu, terpilihlah Gubuk Klakah. Alasannya, rutenya masih dijalur utama.

Dari rumah kami, Sawojajar, kami memilih lewat Lesanpuro, lanjut Cemoro Kandang menuju Pakis dan Tumpang. Di sana, kami disuguhi pemandangan hijau yang terhampar luas. Sawah dan kebun sayur terpampang di sepanjang pinggir jalan Pakis tembusan Tumpang. MasyaAllah, seger banget lihatnya!

Setelah sampai di persimpangan Tumpang, kami melanjutkan perjalanan ke arah Poncokusumo. Di Poncokusumo, kami melihat banyak kebun jeruk dan apel yang berdampingan dengan pemukiman warga. Jalannya menanjak panjang sekali. Alhamdulillah, sepedanya kuat ditumpangi kami berempat hihihi. 

Lanjut ke Gubuk Klakah. Kami disuguhkan pemandangan lereng-lereng bukit yang aduhai. Lereng-lereng itu banyak yang sudah tergarap warga sekitar menjadi kebun sayur yang produktif. Di pinggir jalannya, berderet-deret cafe maupun tempat makan model lainnya. Ada juga rest area. Tadinya, anak-anak sempat tertidur di perjalanan. Sengaja kami bangunkan agar bisa menikmati maha karya-Nya yang benar-benar menkjubkan, menyejukkan mata juga hati.

Anak-anak terbangun dan terperangah. Bingung sedang ada dimana hehe. Kami menepi di bahu jalan yang agak lebar. Menikmati pohon berdaun jarum aka Pohon Pinus yang banyak kami temui tadi dan masih bisa kami jumpai sepanjang mata memandang. Kami juga bisa melihat bukit-bukit yang berjajar di seberang sungai yang ada di bawah sana. MasyaAllah, begitu detailnya Allah menata semua itu. Meskipun sejauh mata memandang nampak hijau, namun tampak jelas beribu gradasi warnanya. 

Memandangi area bawah kami menuju sungai "si Sally" terpampang banyak tanaman Bunga Kertas warna-warni juga tanaman berbunga lainnya. Di dekat kami ada saluran air yang bocor, iseng menyentuh airnya, dingin sekali seperti es hehehe.

Kami melanjutkan perjalanan. Berhenti sejenak lagi ketika menemukan pinggiran jalan yang nyaman untuk menikmati pemandangan sekitar. Anak-anak kompak antusias ketika melihat "Bunga Dandelion" dan Bunga Buttercup alias Bunga Terompet. "Wah kayak di buku ya Bunda, kayak yang ditemuin Koksi", ucap si Sulung. Mereka begitu asyik meniup "Bunga Dandelion" yang mereka petik.

Sebenarnya bukan Bunga Dandelion yang asli. Dia rumput berbunga yang bisa ditiup itu, yang menyerupai Bunga Dandelion seperti di buku mereka hehe. Mereka bermain bersama ayahnya, sibuk meniupi bunga-bunga mereka. Bunda tak mau momen ini terlewatkan begitu saja. Waktunya mengabadikan memori ini agar kelak kami bisa memandanginya, mengingat lagi momen-momen bersama kami yang sangat membahagiakan ini.

Perjalanan yang tak bertujuan pasti akan hinggap kemana ini begitu kami nikmati. Kami hanya ingin menikmati pemandangan hijau yang menakjubkan. Jeda sejenak dari kebosanan rutinitas.  Alternatif refreshing dikala pandemi. Kami melanjutkan perjalanan, melewati Coban Pelangi dan Coban Bidadari, lanjut hingga depan Gerbang Bromo.

Ahh, Bromo! Kurindu ke sana. Rindu menikmati Bukit Teletunnies. Rindu pasir Berbisiknya. Rindu bersepeda atau naik hartop berkeliling di sana. Rindu camping di sana. Rindu naik kuda. Rindu naik tangga beratus-ratus anak tangganya, yang selalu aku gagal menghitung jumlahnya. Rindu memandangi betapa indahnya pemandangan dari atas sana. Rindu pada semua temanku kala itu. Rindu Bromoku! Semoga suatu saat nanti, aku bisa ke sana lagi bersama suami dan anak-anakku, menikmati indahnya sunrise juga lukisan Tuhan lainnya di sana yang sungguh memanjakan mata.

Perjalanan sederhana kami hari ini begitu berkesan. Murah! Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Hanya berkeliling, menikmati lukisan-Nya, menikmati ekspresi kebahagiaan anak-anak kala bermain rumput dan "Bunga Dandelionnya" sudah memberikan arti tersendiri untuk kami. Begitu sederhana, begitu bahagia, begitu menyejukkan. MasyaAllah, sungguh nikmat manakah yang engkau dustakan! Hehehe..

Eh jangan lupa bawa bekal secukupnya, cadangan kalau kelaparan wkwkwkw..

Ada kebahagiaan yang menyelinap dalam kalbuku ketika memandang mas (suami) tersenyum rekah saat melihat video anak-anak meniupi "Bunga Dandelionnya" berkali-kali. Tabarokallah, alhamdulillah, terima kasih Allah atas hadirnya mas dan anak-anak dalam hidupku. They are one of Your Great Blessing, insyaAllah, the wonderful gift in my life.


Malang

Senin, 6 September 2021

In our sweet home







0 comments:

Posting Komentar